AtomicEssay

AES001 Memulai

Nawwapenulis arsip2

Aku sempat bingung, harus menulis apa di sini. Apakah semua tulisan harus terasa positif, atau boleh juga menuliskan hal-hal yang belum selesai di dalam diri?

Karena tidak setiap waktu kita bisa berpikir dengan jernih, aku sempat berputar-putar cukup lama, mencari-cari apa yang akan aku tulis untuk postingan pertamaku di Ririungan. Semakin dipikirkan, justru semakin buntu.

Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis tentang proses kebingungan itu sendiri. Tentang bagaimana aku mencari ide, meragukan apa yang ingin ditulis, lalu tetap mencoba menuliskannya.

Dan ternyata, dari hal yang sesederhana itu, kebingungan dan keraguan bisa menjadi satu tulisan. Mungkin bukan tulisan yang sempurna, tapi cukup untuk menjadi langkah pertama.

Untuk aku yang sering overthinking, yang sering bertanya-tanya harus mulai dari mana, ternyata jawabannya bukan ditemukan dengan terus dipikirkan, tapi dengan "dimulai", mulai menulis misalnya.

Aku juga sering bertanya pada diriku sendiri, apakah aku layak, apakah aku bisa. Tapi di saat yang sama, justru diriku sendiri yang paling banyak menekan. Padahal, mungkin dengan diriku yang sekarang pun sudah cukup bagi orang lain, selama aku tidak berhenti untuk belajar.

Tulisan ini mungkin sederhana, tapi setidaknya aku berhasil menuntaskannya. Dan mungkin, ini cukup untuk menjadi pembuka bagi tulisan-tulisan berikutnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES001 Persoalan Aku, Lumut dan Waktu

Suatu sore saat aku mengikuti kelas Bivitri Susanti seorang yang ku kagumi jika itu menyangkut hukum. Perempuan. Aktivis. Ahli Tata Negara. Keren sekali. Aku ditugaskan menuliskan policy brief tentang MBG, disana ada pertanyaan mengusik dari teman kelompokku, "Buat apa sih toh ga akan diterima". Ji…

Sonya Putri22
AtomicEssay

AES001 Belajar Mengenali, Bukan Dikuasai

Takut dan cemas adalah dua perasaan yang sama-sama tidak nyaman untuk dirasakan. Ketika keduanya muncul bersamaan dalam diriku, sering kali apa yang sudah aku rencanakan jadi gagal, karena aku sudah lebih dulu diliputi oleh perasaan itu. Makna takut dan cemas memang tidak jauh berbeda. Keduanya sal…

daniasundari11