AES001 Si Pembicara yang Rajin Menulis

Belum lama ini aku menyadari kalau aku suka menulis. Aku menyukai kegiatan menulis. Aku banyak menulis. Apa-apa harus dituliskan (di buku tulis pakai pensil). Tapi kenapa yang selalu muncul di kesadaran adalah, “aku ini pandai berbicara”? Tidak sama sekali merasa bahwa aku ini penulis. Padahal aku rajin menulis sejak kecil hingga sekarang.
Tampaknya lebih mudah merasa sebagai ‘pembicara yang baik’ karena ini ada hubungannya dengan penilaian dan rekognisi dari orang lain. Sebuah label prestasi. Sementara tulisanku adalah untuk dibaca diriku sendiri, bahkan tidak sedikit yang berstatus rahasia. Karena tidak menuai pujian, lantas aku tidak menganggap diriku pandai menulis.
Kenapa aku selalu menulis sejak kecil? Menurutku semua kisah hidup jika hanya disimpan sendiri, sungguh menyesakkan! Manusia adalah makhluk pencerita. Butuh untuk bercerita. Bahkan bagiku, kesepian muncul karena ketidakbisaan untuk bercerita.
Tapi cerita itu butuh pendengar yang jiwanya hadir. Mendengarkan adalah menghadirkan jiwa untuk bersentuhan dengan jiwa si pencerita. Bercerita pada tembok bukanlah bercerita namanya!
Lantas bagaimana dengan aku yang selalu bercerita lewat tulisan yang tidak dibaca orang lain? Rasanya juga seperti bercerita pada sebuah jiwa yang hadir. Hanya saja bukan jiwa orang lain, namun jiwa sendiri. Diriku sebagai pencerita dan juga pendengar cerita. Jiwa diri yang berlatih jujur lewat penceritaan, juga jiwa diri yang berlatih untuk hadir di setiap kisahnya.
Kesepian adalah tidak menemukan jiwa yang hadir untuk mendengarkan cerita kita. Maka sepertinya kita sulit untuk merasa kesepian jika sering bercerita, setidaknya kepada diri sendiri.
Menulis ya menulis saja
Selama ini juga bukan untuk tepuk tangan orang lain
Menulis ya menulis saja
Seperti yang aku nikmati manfaatnya sejak kecil
Menulis ya menulis saja
Ya, kali ini aku akan membagikan tulisanku untuk dibaca orang lain.
Komentar (2)
Selamat bu Firly untuk cerita pecah telornya! Selamat keluar dari zona aman
Yaay. Selamaat Firly. Selalu senang mendengar teman yang berani menerobos keraguannya untuk menulis. Semoga berlanjut dan berlanjut. Mari saling berbagi enerji. Nuhuun.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES001 Mencoba memulai
11.2.25... Sebenarnya sudah lama mendengar tentang Atomic Essay Smipa ini, namun selalu saja belum sempat untuk mencoba membuat tulisan. Hari ini dibantu Bu Sanya, saya mencoba untuk membuat tulisan pertama....Terima kasih ya Bu Sanya.. jujur bingung juga mau menuliskan apa? Tapi saya mau share pen…

AES754 Lagi, Mengapa Menulis?
Dalam rangka Festival Literasi 2025, kembali saya menulis soal ini. Sudah sering saya menulis soal ini. Mudah-mudahan tidak bosan. Saya sendiri tidak pernah bosan karena beberapa keyakinan saya soal menulis. Keyakinan ini bukan hanya hadir karena sekedar nyaho bahwa menulis itu penting, tapi juga d…
Andy Sutioso100
AES05 Tulis-menulis
Tulis-menulis, selalu ingin dilakukan sayangnya sampai sekarang belum konsisten dilakukan. Mungkin karena belum punya "strong why??" untuk membutuhkan menulis dalam keseharian hidup ini. Padahal cukup mengerti bahwa menulis adalah proses refleksi yang perlu dilakukan, salah satu bentuk refleksi yan…

