AES001 - Walk, Wander and, Wonder
Belakangan aku rasa berjalan adalah sebuah perpindahan yang bukan hanya gerak kaki sebagai langkah. Namun, sebuah perpindahan ringan dengan rasa pada setiap geraknya.
Pantikannya karena fomo lihat banyak teman sebaya ramai-ramai coba race berbagai kilometer. Ya aku coba, tapi ternyata setengah lapangan Saparua saja merasa saturasi-ku di bawah 90
Dalam opiniku lari adalah orahraga paling sederhana yang bisa dilakukan tanpa modal banyak. Pikirku, modalnya hanya kemauan, sepatu lari, serta sediakan waktu. Tapi ternyata tidak semudah pikiranku
Perkara memulai saja berat buatku. Apalagi di bayangi dengan napas pendekku pada prosesnya. Namun, ada sebuah titik yang membuatku sadar esensi si gerakan kaki ketika melangkah. Sampailah aku pada momen akan melakukan sebuah pendakian gunung yang rasanya kocak jika tidak siapkan diri untuk perjalanan panjang yang sudah ditunggu lama. Maka sebagai persiapan aku putuskan joging di pagi hari, tapi ternyata malah capek dan malas. Hari berikutnya aku coba untuk jalan pagi saja dan akhirnya 1 pekan penuh aku jalan pagi sebelum kegiatan istimewa itu dimulai.
Faktanya aku jadi merasa bahwa jalan pagi setelah solat subuh itu jadi sebuah rutinitas baik untukku. Jalan pagi sambil menyadari tarikan nafas, melepas nafas, disentuh udara pagi yang suhunya lebih rendah jauh dari pada di bawah selimut, gelapnya awan subuh bercampur jingga matahari yang mulai mengintip, aktivitas sesama pejalan dengan tujuan berbeda. Adegan sederhana yang bikin kaya atas rasa syukur.
Aku rasa berjalan adalah salah satu hal paling menyenangkan dalam aktivitas kehidupan. Berjalan melambat, mempercepat langkah, berhenti sejenak merupakan salah satu miniatur adegan dalam hidup. Kendali atas gerak ada pada kita si pemilik langkah
Berjalan dan berlari punya finish yang sama. Pembedanya adalah si kecepatan. Tapi ternyata kecepatan hanya perkara jarak dibagi dengan waktu. Rasanya tidak perlu melangkah dengan kecepatan jika punya jarak tujuan yang sama. Karena setiap individu punya waktu yang berbeda
Dari berjalan, aku mulai paham. Bahwa sejatinya langkah kaki akan mengantarkan kita pada setiap jarak-jarak baru di waktu yang tepat. Nampaknya, akan elok apabila mengemas kehidupan dengan langkah baik penuh kejutan. Karena setiap langkah yang dilakukan dengan sadar akan menghasilkan jalan penuh kebaikan.
Maka, walk, wander , and wonder
Berjalanlah, berkelana dan temukan setiap kejutan manis pada prosesnya. Selamat bertualang
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES001kapten
sore ini kami berlima berangkat ke nakara book, ada kak andy, kak ine, kak mamat dan kak yanti, dalam rangka ngobrol santai ngaler-ngidul sekaligus menuangkan isi pikiran ke dalam AES, tetapi aku masih bingung untuk menuangkan isi pikiran kedalam bentuk tulisan, mau menulis apa ya, aku masih bingun…
sukarma113
AES001 Benarkah... Kita Jadi Gak Sabaran dan Jahat karena Kapitalisme??
Kalau dipikir-pikir, ada masa di mana hidup kita sebagai manusia belum disetir total oleh logika kapitalisme. Dulu, masyarakat praindustri kalau bikin kerajinan, masak, bertani, atau bangun rumah dilakukan sebagai bagian dari keseharian aja. Pekerjaan belum sepenuhnya dipisahkan dari keseharian man…
Vhania22
AES001 Memulai
Aku sempat bingung, harus menulis apa di sini. Apakah semua tulisan harus terasa positif, atau boleh juga menuliskan hal-hal yang belum selesai di dalam diri? Karena tidak setiap waktu kita bisa berpikir dengan jernih, aku sempat berputar-putar cukup lama, mencari-cari apa yang akan aku tulis untuk…
Nawwa30