AES0010 Tua di Muda

"Ma, aku kangen kamu"
Anaku bilang itu sambil menempel pada kaca di jendela kamar
Aku sedang diam di dalam kamar dan pintu kamar sengaja aku tutup karena aku sedang marah serta butuh menjauh darinya
"Ma, kenapa?"
Ya hanya ditanya sesingkat itu, egoku yang marah meleleh seketika. Suaraku masih tersendat sehingga aku hanya mampu menggerakan tangan memberi tanda agar ia masuk ke dalam kamar
"Oke aku akan masuk, tapi aku susah membuka pintu Ma"
Namun ia tetap berusaha mendorong pintu yang memuai saat suhu dingin begini, hingga akhirnya ia berhasil menemuiku
"Oh harus didorong terus pintunya, jadi aku bisa masuk"
Lalu ia memelukku dan duduk disampingku
"Ma, kenapa? Aku kangen kamu"
Aku akhirnya menjelaskan kekesalanku padanya
"Yaudah kalo capek, tidur ya? Kamu langsung mengantuk?"
Lalu ia mengajakku keluar dan mendekati jendela yang menghadap ke taman
"Ma, ayo tiup marahnya ke udara lewat lubang itu ya!, jangan di dalam rumah, nanti marahnya berputar-putar dan balik lagi ke kamu"
Batinku memikirkan bagaimana anak kecil ini bisa berpikir dan bertindak sejauh itu, melebihi aku, aku bisa menjadi rapuh padanya
"Ayo kita tidur, aku menjagamu"
Begitu katanya, yang Tua di Muda
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES0014 Mencari Tangan Yang Terbuka
Nampaknya hidup, bak intan yang lahir dari dari perut bumi, berkawan dengan tempaan penguat diri. Kita memang tidak bisa mengharap kebaikan selalu menyertai, karena begitu kita bisa melahirkan diri. Tempaan akan merefleksikan yang sudah kita miliki, apakah masih valid atau perlu disesuaikan lagi, u…

AES0013 Hadir Pak/Bu Guru!
"Bah, kayanya aku ngga perlu abah terlalu kaya raya (sambil hampir menangis ternyata aku kangen padahal cuman satu hari dia tidak mengobrol denganku)". Saat itu abah baru saja pulang dan kemudian duduk santai di meja makan dengan sepiring makanan di depannya. Entah, apakah ada yang sama atau tidak.…

AES0012 Ngga didobrak, cuman ketuk pintu
Kalo ada suaranya, meren perbuatanNya teh bunyinya sebatas "tuk,tuk,tuk", cuman ngetuk, tapi rasanya diterjemahkan dramatis olehku. Sampai kapanpun, diriku, pasanganku, anaku tidak akan pernah bisa dikerdilkan menjadi miliku, yang kosmos kecil ini. Mereka pasti akan selalu merindu semesta besarnya.…
