AES0012 Ngga didobrak, cuman ketuk pintu

Kalo ada suaranya, meren perbuatanNya teh bunyinya sebatas "tuk,tuk,tuk", cuman ngetuk, tapi rasanya diterjemahkan dramatis olehku.
Sampai kapanpun, diriku, pasanganku, anaku tidak akan pernah bisa dikerdilkan menjadi miliku, yang kosmos kecil ini. Mereka pasti akan selalu merindu semesta besarnya. Namun rindu hanya sebatas kata indah yang tak terasa manis ketika penolakan menjadi pilotnya.
Semua tentang kehidupan adalah teman bertumbuh yang paling tercinta. Tapi bukan kita sejatinya. Kesehatanku, suami bak pangeran, dan anak yang seperti sufi pribadi, hehehe, semua itu luar biasa untuk dinikmati, bukan untuk diidentifikasikan sebagai diri, tuhan hanya mengetuk, mengajari aku untuk memakan hidup utuh-utuh tanpa membuat sakit perut ❤.
Komentar (1)
Waah itu ya Paka yang tangannya luka. Segera pulih ya Paka. Terima kasih Gilang untuk baris-baris kisahnya...
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES0014 Mencari Tangan Yang Terbuka
Nampaknya hidup, bak intan yang lahir dari dari perut bumi, berkawan dengan tempaan penguat diri. Kita memang tidak bisa mengharap kebaikan selalu menyertai, karena begitu kita bisa melahirkan diri. Tempaan akan merefleksikan yang sudah kita miliki, apakah masih valid atau perlu disesuaikan lagi, u…

AES0013 Hadir Pak/Bu Guru!
"Bah, kayanya aku ngga perlu abah terlalu kaya raya (sambil hampir menangis ternyata aku kangen padahal cuman satu hari dia tidak mengobrol denganku)". Saat itu abah baru saja pulang dan kemudian duduk santai di meja makan dengan sepiring makanan di depannya. Entah, apakah ada yang sama atau tidak.…

AES0011 Teu Nanaon
Belakangan ini aku mencermati perasaanku saat kondisiku sedang baik bahkan sangat baik. Aku menemukan bahwa perasaanku sangat senang dan nyaman. Tapi ketika malam datang, saat semua sunyi, aku bertanya pada diriku sendiri, mengapa perasaanku bisa baik saat ini? Mengapa tidak terjadi juga saat kondi…

