AtomicEssay

AES0012 Bukan Sekadar Leumpang

Naufalpenulis arsip2

Kemarin kali keduaku ikut Leukas. Ini adalah bulan keempat aku bersama Semi Palar. Pada Leukas pertama aku kan ikut start dari Hj. Maya, makanya di Leukas kemarin aku sengaja pilih untuk start di Griya Sentrasari. Kenapa memilih? Karena baik dari Hj. Maya atau Griya Sentrasari, sama-sama harus membuat aku jalan kaki lebih jauh daripada jarak dari kosan langsung ke Semi Palar.

Kalau dipikir dengan logika, kan ngapain aku harus ikut Leukas selain daripada formalitas saja “oh ya, ini wajib” sudah, hanya itu. Sepanjang jalan dari kos menuju Griya Sentrasari (lokasi yang sebelumnya tidak pernah aku datangi, makanya aku jadi perlu bantuan google maps dan bertanya beberapa kali dengan warga sekitar) pikiran nakal itu sempat muncul. Manusiawi lah kaan: toh tiap hari aku leumpang juga dan toh toh yang lain-lainnya.

Sampai pada saatnya, ternyata rombongan Leukas dari Griya Sentrasari, mayoritasnya adalah teman-teman jenjang kecil. Aku ada di barisan belakang dan menguping teman-teman kecil di depan dan dua ibu orangtua yang ikut berjalan juga di belakang. Sepanjang jalan itu sampai Smipa, jalur yang kami lewati memang awalnya kompleks perumahaan, jalan aspal, sesekali menyebrang, tetapi separo akhirnya adalah gang-gang kecil. Ini lah beberapa hal yang menggenapkan pikiran nakal, yang ganjil, yang sempat hadir di awal perjalananku dari kosan menuju titik start Griya Sentrasari:

1. Melihat teman-teman kecil belajar disiplin dari hal sesederhana mengatakan punteun, memelankan langkah dan suara obrolan, setiap kali kami melalui warga di gang area rumahnya.

2. Mendengar kisah kecil dua ibu orangtua di belakangku yang membicarakan soal salah satu dari mereka yang sebetulnya mirip seperti aku, jarak rumah ke Smipa lebih dekat daripada harus start dari titik kumpul Hj. Maya maupun Griya Sentrasari, tetapi tidak mengeluh sama sekali soal mengikuti Leukas, dan kata dua ibu di belakangku: “Tapi kan, liat tuh, mereka (anak-anak) seseneng itu, tadi pagi juga antusias waktu mau berangkat”, lalu “Saya juga baru tau sih" masih kata salah satu ibu orangtua di belakangku, "kalau jalan ini bisa nembus lewat sini, lebih deket ternyata”, dan kemudian aku mulai lah merindukan Leukas berikutnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES526 Musibah, Leukas dan Semangka

Musibah Sudah cukup lama tidak mengikuti LeuKas karena berbagai hal. Pagi ini jam 7.20 sudah berada di median jalan Terusan Pasteur - menunggu arus kendaraan mereda supaya bisa menyeberang dengan aman. Setelah cukup lama menunggu, barusan mobil di depan saya melambat dan mengakibatkan antrian. Wah…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES79 Leukas Smipa

Sebuah pengalaman baru lagi, hari ini kami mencoba leukas bersama warga smipa lain untuk pertama kalinya. Bukan hanya untukku mungkin juga untuk beberapa kakak dan murid baru leukas ini menjadi satu hal yang sangat baru. Yang lucu ialah teman-teman KPB diberikan tanggungjawab untuk menjaga adik-adi…

reginamirdan40