AES0014: Dua Dunia
Apa itu seni?
Sebelum kita bisa menjawab itu, kurasa lebih baik kita menjawab kenapa seni terlebih dahulu. Kenapa kita membuat seni? Apa yang kita harapkan dengan membuatnya?
Ada perbedaan besar antara persepsi kita mengenai dunia dan dunia yang sesungguhnya. Topik ini, tentang subjektivitas, seringkali menjadi ajang perdebatan filsuf Barat.
Karena subjektivitas merupakan bagian dari diri kita, dunia dalam kepala kita dan dunia di luar acap kali tidak selalu selaras. Dunia di dalam kepala kita acap kali abstrak, tidak jelas, tidak konsisten, hipokritikal. Sementara itu, dunia di luar sana merupakan hasil logis dari rentetan sebab-akibat jutaan faktor, terakumulasi untuk menghasilkan hari ini. Karena keduanya amat berbeda, keduanya sulit untuk hidup berdampingan.
Jadi, kurasa seni adalah wujud penggabungan kedua dunia itu. Seni adalah benda nyata; setidaknya lebih nyata dibanding sekedar pikiran kita, karena mereka memiliki wujud di dunia nyata. Meski begitu, seni bukan sesuatu yang jelas; mereka tidak memiliki fungsi dan tujuan nyata. Tujuan mereka mengawang-awang di pikiran sang pembuat dan penikmat karya tersebut.
Seni adalah cara mengekspresikan diri. Lewat seni, kita mengeluarkan pikiran-pikiran kita yang terlalu liar untuk dikekang belenggu kata. Lewat seni, kita membiarkan mimpi dan harapan kita untuk hidup bersama kita.
Seni adalah pikiran yang diberikan nyawa.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES20: Perjalanan Berangkat dan Hari-Hari Lambat
Tahukah kamu, mengapa perjalanan pulang terasa lebih cepat daripada berangkat? Itu karena fenomena psikologis yang disebut sebagai return trip effect, di mana otak kita sudah familiar dengan rute perjalanan sehingga tidak perlu bekerja keras memproses informasi baru Prinsip yang sama bekerja saat k…
Farzan61
AES21- Hidup Untuk Hidup: Pemaknaan Film Perfect Days
Film Perfect Days merupakan film yang lambat, datar dan- bahkan- membosankan. Film itu bercerita mengenai keseharian seorang pembersih toilet sederhana bernama Hirayama saat dia bertugas membersihkan toilet dengan telaten, membantu orang-orang, dan berurusan dengan rekan kerja yang menyebalkan. Dia…
Farzan10
AES20- Tentang Waktu, Motor, dan Produktivitas
Saat kamu menyadari waktu yang berlalu, setiap detik selalu terasa seperti menetes terbuang dari tangkupan tanganmu, dan tiba-tiba harimu di masa-masa remaja tinggal hitungan jari. Aku belum ingin dewasa! Aku merasa aku belum cukup bijak dan pemberani untuk menantang dunia, dan aku jelas-jelas belu…
Farzan10