Farzanpenulis arsip — belum menautkan akun Jejaring

28 tulisanBandung

Tulisan

Atomic Essay

AES20: Perjalanan Berangkat dan Hari-Hari Lambat

Tahukah kamu, mengapa perjalanan pulang terasa lebih cepat daripada berangkat? Itu karena fenomena psikologis yang disebut sebagai return trip effect, di mana otak kita sudah familiar dengan rute perjalanan sehingga tidak perlu bekerja keras memproses informasi baru Prinsip yang sama bekerja saat k…

Farzan61
Atomic Essay

AES21- Hidup Untuk Hidup: Pemaknaan Film Perfect Days

Film Perfect Days merupakan film yang lambat, datar dan- bahkan- membosankan. Film itu bercerita mengenai keseharian seorang pembersih toilet sederhana bernama Hirayama saat dia bertugas membersihkan toilet dengan telaten, membantu orang-orang, dan berurusan dengan rekan kerja yang menyebalkan. Dia…

Farzan10
Atomic Essay

AES20- Tentang Waktu, Motor, dan Produktivitas

Saat kamu menyadari waktu yang berlalu, setiap detik selalu terasa seperti menetes terbuang dari tangkupan tanganmu, dan tiba-tiba harimu di masa-masa remaja tinggal hitungan jari. Aku belum ingin dewasa! Aku merasa aku belum cukup bijak dan pemberani untuk menantang dunia, dan aku jelas-jelas belu…

Farzan10
Atomic Essay

AES018- Jas Merah: Di Balik Layar, dan Judul Klise Lainnya.

Proyek pertunjukan theater Jas Merah berakhir pada 11 April 2025 kemarin. Perjalanan panjang itu, yang tak dinyana lagi menyeretku masuk kedalamnya, berakhir sudah. Sampai jumpa lagi, Jas Merah. Sedari awal, aku mencoba untuk tidak terlalu terikat dengan Jas Merah. Jas Merah hanyalah sebuah kisah k…

Farzan20
Atomic Essay

AES017: Bekal Memahami Orang-Orang Aneh.

Kehidupan adalah hal yang menarik untuk dijalani. Ada begitu banyak kelokan yang bisa kita pilih untuk ditempuh, cerita-cerita unik yang bisa diperankan, pola pikir tak biasa yang bisa dibentuk. Sayangnya, lantaran permasalahan realistis seperti kebutuhan untuk bertahan hidup, kita acap kali terjeb…

Farzan20
Atomic Essay

Awal proyek baru

Aku berharap dunia dan lingkungan bisa lebih mengakomodasi ke semua orang- termasuk aku. Barangkali terlihat seakan hanya peduli sendiri. Itu gunanya berharap, kurasa. Aku akan terus mencoba meraih potensi terbaikku, bahkan kalau aku masih sama tersesatnya seperti kelelawar di siang hari. Potensi b…

Farzan10
Atomic Essay

nama

Para orang-orang laut. Saya memiliki ketertarikan dengan budaya pesisir dan pelaut. Lebih-lebih lagi, saya memiliki ketertarikan pada orang-orang yang memilih untuk mengabdikan diri hidup di sana. Ada keteguhan yang bersemayam di antara mereka yang mengenal ombak dan berteman dengan badai. Ada kebe…

Farzan10
Atomic Essay

AES016- Hari yang Baik

Hari itu adalah hari yang baik. Saat Malez tua membuka pintu hari itu, dia dikejutkan dengan keberadaan bingkisan, menanti di depan pintunya. Utuh, tidak kekurangan apapun, kendati berbau garam. Itu kabar yang baik di hari yang baik; terutama dengan banyaknya kapal yang datang terlambat akhir-akhir…

Farzan00
Atomic Essay

AES0016: Hujan Pembawa Akhir, Badai ke-1307

Hujan turun dari angkasa, dan itu adalah hujan pembawa akhir. Si Putri dan Kapten bernyanyi di pelabuhan, suara mereka jernih tanpa beban; lebih ringan dibandingkan angin laut. Itu suara yang penuh harapan. Kau bisa mendengarnya di tawa si Putri yang menendangi genangan lumpur dan si Kapten yang me…

Farzan20
Atomic Essay

Ngomongin Kaltera #1- Membuat Bahasa itu Sulit

Tulisan ini agak berbeda dari tulisanku yang lain. Di sini, aku hanya ingin menuangkan berbagai pikiranku tentang proyek yang sedang kubuat. Kalau kalian tertarik, silahkan lanjut. Aku berharap kalian menganggap topik ini sama menariknya dengan aku. Aku punya banyak ide. Itu salah satu sifat yang k…

Farzan42
Atomic Essay

AES015: Mengolah

Ada sesuatu yang teramat kuno tengah berkeliaran di kehidupan sehari-hari kita. Dia ada di hadapanmu, di sekitarmu. Mereka selalu ada di sana; sekarang, dahulu, juga kelak. Mereka adalah sisa-sisa kehidupan yang telah lama punah, dibangkitkan dari kedalaman bumi lewat tangan manusia. Mereka lentur,…

Farzan00