AtomicEssay

AES003 Menghormati Gemuruh

Ima Rochmawatipenulis arsip3

Aku kirim proses sunyi yang berisi gemuruh diantara gemuruh yang memenuhi tiap sudut ruang.  Sebuah buku yang dipenuhi berbagai gambar sebagai proses refleksi penemuan dan berdamai dengan diri.  Saat proses melakukannya tanpa tujuan atau tak ada pencapaian yang sifatnya membesarkan diri, tapi merasa bahagia saja sudah merasa cukup.  Lalu biarkan saja dia menemukan jalannya.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya menerima jalan semesta.  Sebagai bentuk menghormati diriku sendiri pada setiap proses yang kerap mencari dan memecahkan setiap kesunyian. 

Sunyi itu pelan-pelan dipahami sebagai caraNya berkomunikasi dengan diri.  Hingga si jiwa menemukan dunia yang menjadi akrab.  Dunia laku, kata-kata, nada hingga garis.  Setiap kata dibalik kertas, layar, suara menjadi energi yang terus mengalir dan mengisi di setiap sudutnya.

Suatu musim aku dipertemukan kembali dengan si garis yang pernah aku simpan lama.  Seperti bertemu sahabat lama, tanganku terus bergerak menggaris membentuk lekuk, titik, lingkaran, segitiga pelan-pelan meredakan setiap luka.  Selesai menggaris membuat setiap ingatan luka yang berlapis-lapis pulih begitu saja.  Bahwa tubuh dan jiwa ini selalu merasa cukup dan menemukan tempatnya.  Semua diri memiliki fungsi masing-masing.

Setiap musim bergerak dan terus berganti, proses sunyi bergerak menangkap setiap tanda.  Kadang berjeda, kadang tidak mengenal waktu, setiap garis dan kata menemukan tempatnya sendiri.  Lalu perlahan bertumbuh, berbunga lalu berbuah. 

Sesaat di balik jendela bayang matahari bermain-main mengajak kita keluar untuk berhenti bergerak.  Mengikuti hawa panas dan menjadi bayang.  Seolah proses yang dijalani seperti menulis di atas air, lenyap mengikuti alir.  Namun seseorang berbisik dibalik setiap ranting, teruslah bergerak, karena Pemilik Semesta tidak pernah tidur. 

Lalu aku pun memilih terus bergerak, karena setiap kejadian apapun ternyata baik.  Saat dipatahkan, dilukai, dialiri air, menjadi tempat hinggap ternyata dapat menjadi bagian dari proses memelihara dan menumbuhkan.  Pemilik Waktu tahu setiap detil bagian dari proses pemeliharaan.  Meskipun terkadang berat, nanti akan faham bahwa semua proses merupakan bagian fase bertumbuh.  Bahwa setiap kejadian akan menjadi baik dan menambah setiap lapis dirimu. 

Aku percaya gemuruh itu akan bertemu dengan siapapun yang membutuhkannya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES006 Tentang Waktu

"Silakan dua menit." Kakak kelas menyediakan waktu 2 menit, ketika ada teman yang izin ke toilet di tengah pembelajarannya. 2 menit. Tidak dibulatkan jadi 5 atau bahkan 10 menit. Dan mereka bisa melakukan itu dari keluar kelas hingga kembali ke kelas. 2 menit. Situasi lain pun terjadi, ketika teman…

Ima Rochmawati30
AtomicEssay

AES005 Melukis Langit

"Neng, semoga tetap tenang seberat apapun pekerjaannya." Doa itu mengalir dari mulut driver ojek yang mengantar dari rumah menuju tempat magang di SMIPA. Sepanjang perjalanan, Bapak ojek ini mengajak ngobrol terus sampai kemudian dia mendoakan. Sebelum masuk gerbang, saya kembali menuju Bapak ojek…

Ima Rochmawati20
AtomicEssay

AES004 Menyelami Semi Palar

Menyelami proses berkegiatan Rumah Belajar Semi Palar (SMIPA) seperti membuka lembaran masa kecil saya. Bedanya, di SMIPA ini ada program, konsep, tentu saja ada fasilitator, media dan proses tahapan pemahaman materi. Apakah sekolah masa kecilku seperti SMIPA? Tentu tidak. Aku anak yang diabur. Ber…

Ima Rochmawati70