AES004-Mendung bersenandung

Mendung Bersenandung
Hari ini langit mendung sekali,
awan menari, berlari ke sana kemari.
Aku berdiri dalam sunyi,
menatap lembutnya angin pagi.
Aku ingin terbang, melayang tinggi,
menyusuri angin yang membawa janji.
Mungkin di sana ada obat hati,
mungkin di sana ada damai abadi.
Entah dari mana rasa ini tumbuh,
perlahan menyelimuti tanpa kutahu.
Seperti gerimis yang jatuh perlahan,
menyentuh tanah dalam keheningan.
Mendung tak selalu tentang kesedihan,
kadang ia sekadar persinggahan.
Memberi ruang untuk meresapi,
segala rindu yang tak tersampaikan lagi.
Mentari esok mungkin membawa jawaban,
tentang tanya yang kusimpan diam-diam.
Namun sebelum fajar menyapa pagi,
aku belajar menjaga hati lebih berhati-hati.
Sebab hati yang terbuka tanpa penjaga,
seringkali terluka tanpa terasa.
Dan awan yang menari di langit kelabu,
bisa saja menangis saat tak mampu.
Tapi hujan bukan akhir dari cerita,
ia sekadar jeda sebelum pelangi tiba.
Komentar (2)
Terkait AES, silakan cermati panduan singkatnya di https://ririungan.semipalar.sch.id/atomic-essay-smipa
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES012 - Puisi Picisan di Ngobras 18-6-26
Ini sebenarnya puisi waktu sy utlah kemarin2, tapi dipikiri2 ok juga dibagikan dibacakan ^^. Ada perubahan dari versi awalnya, semoga ternikmati ya ^^. Masuki tahun pelajaran yang entah ke berapa...Memang sedih nyatanya bertambah tuaNamun senang mengarung beramai riaMenerus belajar serasa kembali m…

AES872 What I Wish for You
Posting ini bakalan singkat. Saya hanya ingin menyimpankan satu puisi yang bagus banget di mata saya. Satu puisi yang saya temukan saat mendengarkan salah satu konten dari kanal favorit saya. Salah satu yang the best. Tema-temanya selalu mendalam, sosok-sosoknya penuh jiwa dan kontennya penuh makna…

Dua Puisi Selametan TP-21
Mekarlah, Mekar bersama-sama, kita menghadap sama rendah dengan penuh kerendahan sukma, berlindung di bawah mendung yang masih canggung. pada satu lembah, pada satu lembar hari yang berulang, kita coba menerka, apa arti pulang, jika kita tak lagi bisa memaknai hangat rumah yang membesarkan kita. se…

