AtomicEssay

AES004-Mendung bersenandung

Syahaarahpenulis arsip2

Mendung Bersenandung 

Hari ini langit mendung sekali,

awan menari, berlari ke sana kemari.

Aku berdiri dalam sunyi,

menatap lembutnya angin pagi.

Aku ingin terbang, melayang tinggi,

menyusuri angin yang membawa janji.

Mungkin di sana ada obat hati,

mungkin di sana ada damai abadi.

Entah dari mana rasa ini tumbuh,

perlahan menyelimuti tanpa kutahu.

Seperti gerimis yang jatuh perlahan,

menyentuh tanah dalam keheningan.

Mendung tak selalu tentang kesedihan,

kadang ia sekadar persinggahan.

Memberi ruang untuk meresapi,

segala rindu yang tak tersampaikan lagi.

Mentari esok mungkin membawa jawaban,

tentang tanya yang kusimpan diam-diam.

Namun sebelum fajar menyapa pagi,

aku belajar menjaga hati lebih berhati-hati.

Sebab hati yang terbuka tanpa penjaga,

seringkali terluka tanpa terasa.

Dan awan yang menari di langit kelabu,

bisa saja menangis saat tak mampu.

Tapi hujan bukan akhir dari cerita,

ia sekadar jeda sebelum pelangi tiba.

Komentar (2)

Andy Sutioso

Waah ada yang menyambut mendungnya Bandung dengan kata-kata yang bersenandung. Terima kasih banyak Syahaarah. Semoga berlanjut ke tulisan berikutnya. Terkait AES, silakan cermati panduan singkatnya di https://ririungan.semipalar.sch.id/atomic-essay-smipa

SSyahaarah

Waduh kak Andy mohon maaf saya kurang fokus hehe, kemarin masih sayup sayup matanya, terimakasih sudah di ingatkan kembali kak Andy

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES872 What I Wish for You

Posting ini bakalan singkat. Saya hanya ingin menyimpankan satu puisi yang bagus banget di mata saya. Satu puisi yang saya temukan saat mendengarkan salah satu konten dari kanal favorit saya. Salah satu yang the best. Tema-temanya selalu mendalam, sosok-sosoknya penuh jiwa dan kontennya penuh makna…

Andy Sutioso41
AtomicEssay

Dua Puisi Selametan TP-21

Mekarlah, Mekar bersama-sama, kita menghadap sama rendah dengan penuh kerendahan sukma, berlindung di bawah mendung yang masih canggung. pada satu lembah, pada satu lembar hari yang berulang, kita coba menerka, apa arti pulang, jika kita tak lagi bisa memaknai hangat rumah yang membesarkan kita. se…

adhmsm52
AtomicEssay

AES 22 Puisi: Pergi Lagi

Puisi ini ditulis saat perjalanan dari Surabaya Ke Bandung |18 April 2025 | 12.51 Pergi Lagi Kukira, perjalanan kali ini seperti biasa saja Langkah ringan, tas di pundak, hati tanpa curiga Namun ternyata, rasanya berbeda Ada gemuruh sunyi yang diam-diam bertahta Tiga tas tergeletak, tak kunjung rap…

Asa21