AES#007 Lima Lapis Kesadaran (3)

Kesadaran adalah sesuatu yang gak pernah mati, gak ada tombol off-nya di diri kita. Bahkan ketika kita pikir kita sedang tidak sadar, misalnya ketika tidur, pingsan, mabuk, bahkan koma, kesadaran selalu hadir. Berarti semua manusia itu sadar? Ya, hanya banyak dari kita tidak sadar bahwa dirinya sadar. Itu saja. Ada 5 lapis kesadaran sebagai posisi kesadaran kita di keseharian. Ini bisa digunakan sebagai kompas sehari-hari, sedang ada di posisi manakah kita?
1. Autopilot (Lapis Gelap): Saat kita “tertidur”
Kebanyakan manusia masih berada di kesadaran autopilot, seperti robot. Bereaksi otomatis, tanpa sadar apa yang kita rasakan atau pikirkan. Kita terseret oleh rutinitas, emosi, dan cerita di kepala. Di lapis ini, kita lupa siapa diri sejati kita, hanya mengikuti arus luar. Kita biasanya terombang-ambing dalam rollercoaster emosi, tergesa-gesa, dan seringkali merasa hampa. Ini adalah kondisi survival.
Contoh: kita sadar “Oh sedang ada rasa marah”. Cara untuk kembali pulang ke kesadaran: Sadari bahwa aku dalam kondisi autopilot, tarik napas, dan kembali hadir.
2. Awareness (Lapis Terbangun): Saat kita mulai melihat
Ini momen di mana kita mulai tersadar bahwa tadi gak sadar. Di sini, muncul jarak antara diri dengan pikiran dan emosi. Awareness ini seperti kita mulai membuka mata perlahan saat tidur. Kita mulai menyadari apa yang terjadi di dalam dan di luar diri. Kita mulai melihat obyek kesadaran: suara, pikiran, emosi, tubuh. Ini adakah momen di mana kita sadar thd obyek.
Contoh: Kita sadar bahwa sedang ada rasa marah, dan sekarang sedang duduk bareng rasa marah itu. Cara kembali pulang ke kesadaran: Rasakan tubuh, perhatikan sekeliling, katakan dalam batin, “Aku hadir di sini”.
3. Mindfulness (Lapis Hadir): Saat kita hadir di sini, saat ini
Di lapis ini kesadaran kita sudah hidup dalam momen ini. Kita benar-benar hadir, dalam setiap gerakan, napas, suara, tubuh, perasaan. Gak tergesa-gesa, gak menghakimi. Pikiran kita sepenuhnya ada di saat ini, bukan sedang mengembara ke masa lalu atau masa depan. Ini adalah nomen di mana kita sadar terhadap predikat.
Contoh: Saat makan, kita benar-benar hadir, merasakan setiap suapan, tidak terdistraksi oleh scroll hp. Saat mendengarkan orang, kita menyimak dengan penuh, tanpa memikirkan setelah ini mau ngomong/jawab apa. Cara kembali ke kesadaran adalah dengan membiarkan semuanya ada, merasakan keheningan saat jeda napas, katakan dalam batin, “Aku hadir di sini, seapaadanya”.
---
Bersambung ke bagian 4: https://ririungan.semipalar.sch.id/murdeani/blog/7675/aes008-lima-lapis-kesadaran-4
Bagian 1: https://ririungan.semipalar.sch.id/murdeani/blog/7667/aes005-lima-lapis-kesadaran-1
Bagian 2: https://ririungan.semipalar.sch.id/murdeani/blog/7673/aes006-lima-lapis-kesadaran-2
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES#006 Lima Lapis Kesadaran (2)
Jadi ternyata pencarianku selama ini bukan untuk sekedar menemukan “jawaban” yang tetap dan mutlak, tetapi untuk terus membuka dan mempertanyakan. Di situlah aku menemukan ruang untuk kebijaksanaan yang lebih mendalam. Untuk tiap orang, tentu proses ini bisa berbeda jalannya. Makanya pada akhirnya,…
Murdeani30
AES930 DeepTalk Kakak-kakak Smipa
Tidak ada peristiwa kebetulan... Di dalam rangkaian momen yang terus bergantian hadir, peristiwa tertentu akan menghadirkan sesuatu yang memantik perasaan bahwa hal ini adalah sesuatu yang perlu direspons. Sudah lama saya berusaha menjalani hari-hari dalam kesadaran ini (mudah-mudahan hal ini bisa…

AES904 Bukan Kesimpulan
Ini hanya catatan kecil saja dari proses belajar kakak-kakak dan persiapan pembelajaran semester 2. Hari ini saya diberi kesempatan menggenapi proses pembekalan yang sempat di gulirkan di TP21. Di minggu perencanaan awal semester kemudian di pembekalan yang kami laksanakan di Lembang. Waktunya sing…
