AtomicEssay

AES#006 Lima Lapis Kesadaran (2)

Murdeanipenulis arsip2

Jadi ternyata pencarianku selama ini bukan untuk sekedar menemukan “jawaban” yang tetap dan mutlak, tetapi untuk terus membuka dan mempertanyakan. Di situlah aku menemukan ruang untuk kebijaksanaan yang lebih mendalam.

Untuk tiap orang, tentu proses ini bisa berbeda jalannya. Makanya pada akhirnya, kita jadi ngga bisa menghakimi pilihan orang lain, jalan apa yang mereka tempuh, meskipun tampaknya bagi kita itu “keliru”, karena kita nggak pernah benar-benar tahu dari mana mereka datang, luka apa yang mereka bawa, dan apa yang sedang mereka pelajari dalam hidup ini. Hidup sejatinya nggak hitam-putih, walaupun tampak di permukaan seperti itu.

Pencarian itu, menuntunku untuk membuka lapis demi lapis kesadaran, melalui berbagai jalan yang tak jarang menguras emosi. Hingga di satu titik aku merasa aku bahkan ngga perlu tahu semuanya saat ini sekarang juga, apalagi memperdebatkannya dengan orang lain. Karena semua hanya ilusi. Tapi bukan untuk ditolak atau dibenci. Justru untuk dilihat, dihayati, dan dilampaui dengan kesadaran. Hitam-putihnya dunia itu, bukan untuk mengklaim siapa yang paling benar, tapi untuk kita lampaui.

Melampaui. Ini juga dulu adalah kata yang selalu membuatku bingung. Gimana sih exactly melampaui sesuatu itu? Nanti kita akan sampai ke sana. Pelan-pelan aja ya…

Mengapa dikatakan semua itu hanya ilusi? Bukan karena dunia dan segala dinamikanya ini tidak nyata dalam pengalaman kita, tapi karena yang kita anggap sebagai kenyataan seringkali hanyalah cermin dari persepsi, bukan dari kebenaran sejatinya.

Setiap manusia melihat dunia melalui “filter”: identitas, budaya, trauma, harapan, keinginan. Bayangkan jika kita melihat dunia pakai kacamata lensa biru, maka semua akan terlihat semu biru. Budaya di Indonesia (atau hanya di Sunda saja?) mungkin akan menilai anak yang mencium tangan orang tua adalah anak yang sopan dan berbakti. Ketika anak lain ada yang ngga cium tangan, bisa jadi mikirnya beda lagi, padahal belum tentu si anak ngga respect.

Diri kita yang kita sebut “Aku” ini juga nampak sangat nyata, dengan identitas, peran, profesi, dan semua narasi yang kita bangun. Tapi, semakin dalam kita menyelam ke dalam diri, kita akan mulai memahami bahwa “Aku” itu sendiri adalah ilusi, berupa kumpulan memori, pikiran, dan perasaan yang datang dan pergi.

Namun, bukan berarti ilusi “salah” atau “buruk”. Justru ia adalah gerbang. Tanpa ilusi, kita gak punya cermin untuk mengenal siapa diri kita sesungguhnya. Itulah kebenaran sejatinya.

Kebenaran sejati bukanlah ide. Bukan benda, bukan tujuan. Kebenaran sejati… adalah Kesadaran itu sendiri. Bukan sesuatu yang bisa didefinisikan, tapi hanya bisa dialami. Kesadaran bukanlah pencapaian, karena ia sudah “hadir” .. di jeda antara nafas, ruang di mana pikiran dan perasaan muncul dan tenggelam. Hanya saja, ia seringkali tertutup keramaian pikiran dan semua ilusi tadi.

Bersambung ke bagian 3, di mana kita akan masuk ke 5 lapis kesadaran. Tadinya aku ingin buat ini single post saja,  eh taunya belok dulu ke mana-mana...

---

Post berikutnya: Bagian 3 https://ririungan.semipalar.sch.id/murdeani/blog/7674/aes007-lima-lapis-kesadaran-3

Post sebelumnya: Bagian 1 https://ririungan.semipalar.sch.id/murdeani/blog/7667/aes005-lima-lapis-kesadaran-1

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES#007 Lima Lapis Kesadaran (3)

Kesadaran adalah sesuatu yang gak pernah mati, gak ada tombol off-nya di diri kita. Bahkan ketika kita pikir kita sedang tidak sadar, misalnya ketika tidur, pingsan, mabuk, bahkan koma, kesadaran selalu hadir. Berarti semua manusia itu sadar? Ya, hanya banyak dari kita tidak sadar bahwa dirinya sad…

Murdeani20
AtomicEssay

AES930 DeepTalk Kakak-kakak Smipa

Tidak ada peristiwa kebetulan... Di dalam rangkaian momen yang terus bergantian hadir, peristiwa tertentu akan menghadirkan sesuatu yang memantik perasaan bahwa hal ini adalah sesuatu yang perlu direspons. Sudah lama saya berusaha menjalani hari-hari dalam kesadaran ini (mudah-mudahan hal ini bisa…

Andy Sutioso62
AtomicEssay

AES904 Bukan Kesimpulan

Ini hanya catatan kecil saja dari proses belajar kakak-kakak dan persiapan pembelajaran semester 2. Hari ini saya diberi kesempatan menggenapi proses pembekalan yang sempat di gulirkan di TP21. Di minggu perencanaan awal semester kemudian di pembekalan yang kami laksanakan di Lembang. Waktunya sing…

Andy Sutioso91