AES008: Vaksin

Senin kemarin, baru saja aku divaksin. Sebelumnya, belum sempat kebagian kloter vaksin, kebetulan saja sekarang vaksin Sinovac sudah dimana-mana mau di kota besar Indonesia. Sehingga aku memutuskan untuk ikut program vaksin, tidak ada salahnya toh kalau nanti sekolah sudah offline, pasti ada syarat untuk vaksin terlebih dahulu.
Pada hari senin kemarin, aku pergi ke Ikea KBP saat jam sudah menunjuk angka 3, di sore hari. Saat sampai, lumayan banyak antrean yang ada, aku sendiri hanya bisa sambil menunggu semua antrean itu beres. Dari mulai pendaftaran data vaksinasi online di tempat, pengecekan kesehatan tubuh, hingga akhirnya sehabis disuntik, selesai deh. Pokoknya, pada tempat vaksinasi umum saat ini kinerjanya mantap deh, sangat sistematis dan bisa dibilang cukup aman.
Anehnya, sehabis vaksin kami (aku dan adikku) malah diberikan karcis untuk makan es krim gratis dari Ikea. Jarang-jarang kan, ada yang seperti itu. Ya sudah deh, ambil aja es krim gratisnya. Ternyata saat mengambil, warna es krim tersebut biru muda benar-benar biru cerah, udah pasti memakai pewarna. Selera makanku, langsung drop. Saat dimakan, ternyata manis banget, baru keinget kalau sehabis vaksin itu jangan kebanyakan makan makanan manis/gula. Karena gula malah menurunkan daya tahan tubuh apabila dikonsumsi berlebihan. Karena semua itu, aku akhirnya tidak menghabiskan es krim, hanya setengahnya saja.
Kalo ada yang nanya seperti ini: kenapa sih udah vaksin lagi/mau vaksin? Aku sendiri memang mau divaksin sejak awal, vaksin yang dapat membuat antibodi terhadap virus Covid-19, taruhannya dan kontranya hanya disuntik jarum. Mudah banget itu mah, toh sehabis disuntik juga pasti puas dengan hasilnya. Semenjak beberapa lama ini, dalam mengerjakan apa-apa aku terus memiliki mental baja. Kita sendiri tahu apa tujuan dalam setiap aktivitas yang kita lakukan, resiko yang ditanggung segimana, hasilnya bisa seperti apa. Kalau ketakutan menurutku hanya pandangan semata saja, imajinasi kita itu luas banget. Jangan isi daya imajinasi dengan pikiran negatif ya guys. Karena itu, aku dengan jelas-jeals bisa vaksin dengan tenang, semangat, dan akhirnya puas. Tidak ada ekspektasi apa-apa kok, orang hanya vaksin biasa digigit nyamuk saat malam hari mungkin malah lebih mengganggu.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES153: Tapi
Tapi adalah kata yang bersifat pengecualian, perputaran 180 derajat, dan merupakan sedikit kebalikan dari pernyataan sebelumnya. Tapi adalah kata yang sering kita pakai, sebagai alasan, sebagai pengecualian, dan berasal dari sudut pandang berbeda. Misalnya, ada pernyataan seperti ini: Tentara Rusia…

AES033: Panutan
Orang-orang kebanyakan memiliki orang lain di hidupnya, yang menjadi standar dan inspirasi dalam gaya hidupnya. Misalnya, inspirasinya yaitu seorang tokoh aktivis politik. Atau mungkin, vlogger youtube mengenai pola hidup sehat. Apapun itu, sudah pasti ada hal positif yang bisa ditiru dan diterapka…
AES031: Maklum
Memaklumi adalah; untuk mengerti, untuk dipahami, untuk menyatakan toleransi terhadap sesuatu yang telah terjadi, dan dapat dimengerti. Jika ada seseorang yang memaklumi, artinya orang tersebut memahami betul mengenai perasaan atau kondisi yang dialami lawan bicara. Misalnya, memaklumi perasaan ses…

