Atomic Essay

AES009- Dua Kuda Hitam

Farzanpenulis arsip2

Manusia selalu punya tujuan. Itu tampaknya merupakan hakikat kita- karena tampaknya kita cenderung kurang bahagia kalau sampai kita mendapati diri terombang-ambing di tengah hidup tanpa tujuan apapun.

Manusia juga selalu ingin menggapai tujuan dengan cara yang paling efisien. Memanfaatkan semua variabel yang ada untuk keuntungan kita, merencanakan langkah kita sebelum bidak mengambil langkah pertama, bahkan mempertaruhkan semuanya pada keberuntungan adalah sedikit kosakata dari kamus strategi yang telah dikembangkan turun-temurun oleh manusia setelah bertahun-tahun.

Membuat dan memecahkan masalah sudah menyusup dalam setiap sendi kehidupan kita, baik dari permainan sederhana hingga tujuan universal seisi dunia untuk memastikan anak cucu kita memiliki bumi yang lebih baik dibandingkan yang kita tinggalkan.

Beruntungnya kita, manusia memiliki dua kuda hitam yang selalu siap perang dan membantu menghadapi masalah-masalah itu. Dua kuda hitam ini selalu ada, tak peduli di medan pertempuran melawan masalah apapun yang manusia hadapi. Dua kuda hitam ini selalu beriringan, membawa kereta perang pemikiran bersama mereka. Mereka adalah strategi dan perencanaan.

Jangan salah sangka, kendati selalu bersama, mereka semata-mata serupa tapi tak sama. Yang satu hitam bercorak putih, dan yang satu lagi putih bercorak hitam. Yang satu punya mata yang tajam dan tekad yang liat. Dialah strategi. Dialah yang menentukan kemana mereka akan pergi dan apa yang akan mereka capai. Yang satu punya telinga yang awas dan pikiran yang jernih. Dialah perencanaan. Dialah yang menentukan jalan menuju harta karun yang begitu strategi inginkan.

Dan mereka selalu bersama, berderap menantang masalah demi masalah. Dan majikan mereka, pemikiran manusia yang selalu lapar akan penyelesaian masalah, selalu punya lawan yang sebanding untuk mereka.

Komentar (1)

Andy Sutioso

Mantaps!

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Atomic Essay

AES20: Perjalanan Berangkat dan Hari-Hari Lambat

Tahukah kamu, mengapa perjalanan pulang terasa lebih cepat daripada berangkat? Itu karena fenomena psikologis yang disebut sebagai return trip effect, di mana otak kita sudah familiar dengan rute perjalanan sehingga tidak perlu bekerja keras memproses informasi baru Prinsip yang sama bekerja saat k…

Farzan61
Atomic Essay

AES21- Hidup Untuk Hidup: Pemaknaan Film Perfect Days

Film Perfect Days merupakan film yang lambat, datar dan- bahkan- membosankan. Film itu bercerita mengenai keseharian seorang pembersih toilet sederhana bernama Hirayama saat dia bertugas membersihkan toilet dengan telaten, membantu orang-orang, dan berurusan dengan rekan kerja yang menyebalkan. Dia…

Farzan10
Atomic Essay

AES20- Tentang Waktu, Motor, dan Produktivitas

Saat kamu menyadari waktu yang berlalu, setiap detik selalu terasa seperti menetes terbuang dari tangkupan tanganmu, dan tiba-tiba harimu di masa-masa remaja tinggal hitungan jari. Aku belum ingin dewasa! Aku merasa aku belum cukup bijak dan pemberani untuk menantang dunia, dan aku jelas-jelas belu…

Farzan10