AES01 Beethoven
Ada banyak hal yang bisa saya pelajari dari orang-orang, dan saya kali ini ingin menyorotkan salah satu komposer dan pianist favorit saya yaitu Beethoven. Beethoven lahir di Jerman pada 17 Desember 1770. Beethoven adalah anak yang biasa pada umumnya, tapi ayahnya sangat ingin sekali ia bisa menjadi seperti Mozart. Orangtuanya memaksanya untuk berlatih dan les di depan piano selama berjam-jam. Disaat itulah Beethoven sangat menekuni piano dan mulai dipandang di kalangan orang-orang. Karya-karyanya membuat dia sangat terkenal bahkan dipanggil untuk bermain piano di depan banyak raja-raja bahkan bisa bertemu Mozart. Walaupun begitu, kehidupannya ternyata tidak mudah. Karena adanya krisis finansial, dia jadi sangat terpuruk ditambah lagi ibu sedang sakit parah. Beethoven juga dibebani dengan mengurusi kedua adiknya yang masih kecil. Maka dari itu, Beethoven mencari cara agar tetap bisa bertahan yaitu dengan memberi les piano kepada para bangsawan.
Akhirnya Beethoven bisa menjalani kebiasaannya seperti dahulu yaitu menjadi komposer piano. Banyak karyanya juga terkenal disaat itu dan digaji dengan gaji yang tinggi oleh para bangsawan. Walau kehidupannya sudah semakin mapan, ternyata Beethoven mendapat banyak tantangan bertubi-tubi didepannya. Pada 1810, dia melamar Therese yaitu mantan murid dan temannya. Beethoven sangat suka dengan Therese dan dia membuat sebuah karya yang untuk kekasihnya. Dia ingin membuat sebuah lagu yang mudah tapi terdengar istimewa untuk Therese agar bisa dimainkan saat konser yang berjudul Fur Elise (Fur Therese/ Untuk Therese). Sayangnya Therese memilih untuk menikah dengan bangsawan, juga karyanya akhirnya tidak jadi dimainkan oleh Therese. Ini membuat Beethoven kecil hati dan depresi, ditambah ada krisis keuangan lagi disaat itu. Belum sampai situ, ternyata pendengarannya memburuk dan bahkan dia menjadi tuli. Konon, karena kejadian bersama kekasihnya, dia mengubah komposisi lagu Fur Elise menjadi lebih dramatik dan sedih. Sampai sekarang karya Beethoven ini dedengar oleh banyak orang. Walau begitu, akhirnya Beethoven bisa kembali bangkit untuk melanjutkan karirnya. Walaupun tuli, Beethoven bisa mendengar didalam pikirannya apa yang sedang dia mainkan. Pada tahun 1814, konser dia sukses besar. Sebelum kematiannya, Beethoven menulis satu karya yang hampir seluruh dunia ini pernah dengar sampai sekarang yaitu Simfoni kesembilan (Ode to Joy).
Dari sini aku belajar banyak hal. Kalau kita berjuang dengan keras kita bisa mencapai mimpi yang kelihatannya tidak mungkin. Walau ada banyak kejadian yang tidak terduga didepan kita, kalau kita hadapinya dengan tabah dan tekun pasti kita bisa melewatinya. Keterpurukan bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru bisa menjadi titik balik dan membuat kita bisa maju.
Komentar (1)
Tulisan bagus Denzel. Ditambahkan ilustrasi dong biar pembaca lebih punya gambaran.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES549 RMHR, MHK dan Semi Palar
Setelah sekian lama lepas dari interaksi bersama teman-teman di RMHR, Jum'at malam saya diberi kesempatan untuk mampir lagi di salah satu ruang belajar yang menurut saya sangat penting untuk Bandung. Saya diajak mas Joko Oentono, inisiator Merah Hijau Kebangsaan - sebuah komunitas yang bergerak unt…

AES202 Miserere Mei, Deus
So I was just searching for new songs to test out my new earphones, and I came across a very beautiful choir song, and it apparently has a very interesting story behind it as well. “Miserere Mei, Deus” (Have Mercy On Me, o God) is a song composed by Gregorio Allegri in the early 1600’s for the excl…

AES74 Lover
I wanted to talk about one of my favorite songs, and it is lover by Taylor Swift. I absolutely love this song I think it's just so magical and so romantic. Listening to the song honestly makes me want to fall in love and actually experience something romantic. This song reminds me of how kind of lo…


