AtomicEssay

AES01 Di bawah atap pendopo

Amelia Wiryoatmojopenulis arsip2

Akhirnya pengalaman pertama kali menulis dimulai juga, setelah hampir 3 tahun berkeinginan untuk menulis dalam Ririungan Semi Palar baru kali ini benar-benar terjadi. Keinginan menulis sudah muncul sejak lama yang disalurkan melalui tulisan pribadi dalam buku tulis, karena saya suka menulis dengan pensil. Menulis dalam media sosial hampir tidak pernah saya lakukan, karena khawatir nilai tulisannya tidak membawa manfaat alih-alih membawa keburukan untuk orang yang membaca dan untuk diri. Maka urung lah niat setiap kali akan menulis. Tetapi keinginan ini bukannya semakin redup tetapi semakin menjadi. Membaca banyak literasi dari buku maupun tulisan lepas mengenai manfaat menulis membuat saya semakin yakin bahwa menulis adalah salah satu jalan untuk menjadi manusia yang baik. Manfaat menulis yang saya tahu adalah:

1. menyimpan sejarah atau rekam jejak dari seseorang maupun kejadian

2. mempermudah pemahaman akan sesuatu hal (sistematika berpikir)

3. berbagi pikiran dan pengetahuan

4. ajang refleksi untuk diri.

Bagi saya yang paling saya incar adalah tujuan no. 4, dimana menulis menjadi tempat untuk memproses emosi dengan energi rendah karena dalam menulis tidak menggunakan mulut untuk berbicara. Mulut saya gunakan hampir sepanjang hari, kini saatnya dia istirahat dari obrolan, ketawaan, senandung, makian, bentakan, dan lain-lain yang beberapa saya selebrasikan maupun saya sesalkan. Saya percaya refleksi, melihat ke dalam diri, dapat membantu untuk melihat diri lebih jernih untuk akhirnya menemukan esensi diri (walaupun ini proses yang tak akan pernah berhenti).

Mengenai tempat menulis, saya masih sangat khawatir dengan media sosial yang umum digunakan. Masih belum berani menggunakan instragram, dan lain-lain yang terbuka untuk masyarakat umum. Ririrungan pun sebetulnya bisa dibilang media sosial, tetapi lingkupnya keluarga Semi Palar yang aman untuk saya. Judgement yang nantinya akan terlontar / terpikir di orang yang membaca pun masih dapat saya terima dan tolerir karena keluarga sendiri. Jadi menurut saya ini tempat yang aman untuk saya memulai. 

Semoga ini menjadi pembiasaan yang baik, tidak bertarget karena khawatir menjadi beban, yang penting dijalani dengan ringan dan terus maju ke depan. 

Di bawah atap pendopo, Bandung, 23 Februari 2023

Amelia Wiryoatmojo

Komentar (1)

Andy Sutioso

Terima kasih buat tulisan pertamanya Amel. Sering² membaca tulisan lain juga seringkali jari media refleksi dan inspirasi. Ditunggu tulisan berikutnya.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES001 Si Pembicara yang Rajin Menulis

Belum lama ini aku menyadari kalau aku suka menulis. Aku menyukai kegiatan menulis. Aku banyak menulis. Apa-apa harus dituliskan (di buku tulis pakai pensil). Tapi kenapa yang selalu muncul di kesadaran adalah, “aku ini pandai berbicara”? Tidak sama sekali merasa bahwa aku ini penulis. Padahal aku…

FirlySavitri62
AtomicEssay

AES001 Tantangan

Sabtu kemarin saya mendapat pesan WA dari Kak Andy. Sebuah tantangan. Wah ternyata yang dapat tantangan bukan cuma anak-anak tapi orang tuanya juga dapat. Keren kan sekolah mana yang seperti ini, orang tua dapat ikut belajar bersama. Bahasa gaulnya buy 1 get 3. Bayar SPP untuk 1 anak tapi kedua ora…

Sanya71
AtomicEssay

AES01 Tiba-tiba ditodong nulis

Hari ini, ketika aku sedang menikmati makan siang yang dibeli di Mba Esih, tiba-tiba mobil diketuk oleh Kak Andi dan diajak mengikuti workshop AES. Kaget?..tentu saja kaget. Seketika yang terbesit adalah rasa menyesal posisi parkir di depan bengkel, karena itu tempat lalu lalang Kak Andi, dan aku l…

Ravi54