AES01 - Jejak Pertama di Ririungan Semipalar

Suatu hal yang kita lakukan bisa terjadi karena kita sadar ingin melakukannya, atau juga suatu hal itu bisa terjadi karena dipaksa.
Tulisan pertama terjadi karena hal yang kedua. "Dipaksa" ikut hehhee.. Pake tanda kutip karena dipaksanya masuk dalam kategori paksaan positif, dipaksa untuk belajar bisa menulis.
Ya, hari Kamis 23 Februari 2023 ini merupakan hari yang spesial di sekolah Semipalar. Setelah vakuum selama kurang lebih 2 tahun karena dampak pandemi, Festival Buku Semipalar kembali diadakan. Ada penjualan buku-buku bekas, saling tukar buku, dan lain-lain. Kali ini, ada kegiatan menarik, belajar menulis di ruang umum warga Semipalar bernama Ririungan.
"Wibi sekarang nyalse?", tanya Kak Andy. Kalo nyalse, hayu kita ikut kegiatan belajar menulis yang dipandu oleh Pak Ahkam, salah satu orang tua siswa Semipalar juga.
"Tuh laptopnya sudah disiapkan. Dikasih oleh Dikbud. Kita bayar pajak, dikembalikan lagi dalam bentuk fasilitas pendidikan. Keren ya", ungkap Kak Andy yang mengantar saya dan istri ke Pendopo, tempat belajar menulis ini diadakan.
Seperti biasa, jaman kuliah dulu. Nyari tempat duduk di belakang, biar agak tenang gitu belajar menulisnya hehehe.. Sat set sat set, laptop siap digunakan dan kami siap menyimak apa yang disampaikan oleh pembicara, Pak Ahkam.
"Kenapa Menulis", itu judul yang ditampilkan di layar besar.
Kenapa menulis, setidaknya ada 4 manfaat kenapa menulis itu baik untuk perkembangan mental kita.
1. Menulis bisa mengelola isi kepala kita.
Setiap hari, pikiran kita banyak dilalui oleh kejadian-kejadian yang kita alami. Tentunya pernah mengalami bagaimana pikiran kita pabaliut - acak-acakan. Nah dengan menulis, membantu pikiran kita bisa lebih tertata dan meningkatkan kualitas berpikir kita.
2. Meningkatkan kualitas belajar.
Menurut Richard Feynman, seorang Ahli Fisika Teori dari Amerika, cara belajar terbaik adalah dengan mengajarkannya kepada anak kecil. Anak kecil pikirannya sederhana. Apabila kita mampu menyampaikan sesuatu yang rumit menjadi lebih sederhana dan lebih mudah dipahami, berarti kita sudah paham apa yang kita pelajari. Atau lebih sederhananya, dengan memahami apa yang kita pelajari dan mengingat kembali apa yang kita dapat.
Bagaimana caranya agar mudah mempelajari dan mengingat kembali apa yang kita pelajari? Salah satunya dengan metode Generation Effect, efek menghasilkan dari otak kita sendiri. Jadi apa yang kita pelajari, kita tuliskan kembali menggunakan bahasa kita sendiri.
3. Refleksi diri.
Dengan menulis, kita seperti bercermin terhadap diri sendiri. Apa yang kita alami misalnya, kita tuliskan lalu hasil tulisan itu bisa menjadi bahan perenungan.
4. Merekam Jejak
Dengan rutin menulis, kita bisa merekam jejak hal-hal yang kita alami selama kita hidup.
Empat manfaat itu yang bisa kita dapat dari kegiatan kita menulis. Semoga bermanfaat yaa..
Mulai dari yang kecil, mulai aja dulu..
Komentar (2)
Nuhuun Wibie sudah bersedia dipaksa. Semoga betul bermanfaat dan berlanjut ya.
Siap Kak Andy hehhee...
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES187 Mata Ashita Novel
Halo teman-teman yang budiman, seperti beberapa tulisan terakhir yang saya buat, saya banyak menjelaskan proses refleksi selama pengerjaan novel ini. Dari hari-hari yang terasa kosong, dari pikiran yang terlalu ramai, dari pertanyaan tentang sakit, kehilangan, kesepian, sampai harapan yang entah ka…

AES863 Penerimaan Diri
Masih dalam konteks Literasi Diri, lebih luas lagi dalam suasana Festival Literasi yang segera digelar di pekan depan. Festival memang perayaan bersama, sebuah peristiwa kolektif, tapi di sisi lain di sisi dalam diri, apakah kita masing-masing juga merayakan literasi diri kita. Merayakan, mensyukur…

AES774 A Wonderful Gift of Words
Kemarin malam, saya menerima sebuah pesan di chat WA saya. Pesan ini dituliskan terkait hari Ulang Tahun saya. Bagi saya ini hadiah istimewa. Dengan segala hormat kepada pembuatnya - yang tidak akan saya sebutkan di sini, tulisan ini adalah apresiasi terhadap apa yang dihadiahkan kepada saya. Karen…

