AtomicEssay

AES01 libur t'lah tiba

innocentiainepenulis arsip2

Beberapa waktu lalu dapat tantangan menggoda dari kak Andy, menulis 250 kata per hari. Tepatnya antara tergoda, tapi ragu. Karena sempat punya beberapa pengalaman menulis harian yang ujungnya terhenti begitu saja. Ditambah pula masih cukup banyak antrian tugas di penghujung semester yang tinggal 1 bulan ini. Jalan tengahnya berjanji pada diri, untuk menulis segera setelah tugas-tugas mereda. Akhirnya jumpa periode jeda.. Libur tlah tiba, ayo mulai..

Balik ke saat tergoda tapi ragu itu.. Aku mulai dengan mengintip tulisan2 di #atomicesaaysmipa. Awalnya hanya ingin membaca tulisan para calon kakak yang sudah diposting. Asik-asik.. kemudian tergelitik dengan statemen pada tulisan AES#1nya @Sebastian Rico, “What if you were to die tomorrow..” Bener juga, kalau aku mati besok sepertinya aku bakal punya penyesalan yang sama Co..

Aku suka sekali membaca dan menulis. Tapi sejauh ini lebih banyak menulis untuk kebutuhan diri. Pengalaman menulis harian yang terakhir, mungkin biasa disebut Brain Dump. Hikmah bekerja dari rumah, aku berhasil mengintegrasikannya ke dalam rutin pagi. Kira2 sekitar 20 menit sebelum mulai bekerja, aku menuliskan semua yang terlintas di benak. Pastinya tanpa pusing dengan struktur, tanpa alur, banyak lompatan topik, benar2 seperti garbage dumping, yang tidak pernah aku baca lagi.

Sebelumnya, beberapa tahun lalu, juga pernah menulis setiap hari. Lagi-lagi terhenti karena.. banyak lah kalau mau dicari alasan mah. Waktu itu seorang kakak merekomendasikan buku karangan Natalie Goldberg berjudul Writing Down the Bones. Terjemahannya Alirkan Jati Dirimu; Kumpulan esai untuk Meruntuhkan Tembok Kemalasan Menulis. Sungguh buku yang menarik. Penjabarannya mengena untuk aku, metodenya sederhana dan asik. Salah satu anjurannya menulis dengan tangan karena tulisan tangan lebih terhubung dengan gerakan hati, terutama ketika menuliskan sesuatu yang berkait dengan perasaan. Tak mengapa mengetik pada laptop. Bisa coba juga bereksperimen mengetik dengan mesin tik, menulis pada kertas besar, pada tissue, menulis di udara, atau merekam suara kita sendiri. Intinya, kembali ke konsistensi. Berlatih terus, menyemangati diri, dan terus bergerak. Kuy..

Read more…

Komentar (2)

finsjournal

Joss Kak Ine... Jadi bahan refleksi juga untuk saya, setelah membaca tulisan Kak Ine...

innocentiaine

Siip.. hayu ka Fin..

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

114 memulai kembali

Tung, masuk sebuah pesan, “Mumpung libur ayo nulis lagi..” Wah iya, lama sekali tidak mengunggah tulisan. Meski menulis sih tetap jalan, karena sudah jadi kebutuhan diri. Tapi membaca AES memang jadi banyak berkurang. Bukan tak rindu, justru jadi ngeh bahwa kadang memilih tidak membaca, karena seka…

innocentiaine44
AtomicEssay

AES001 Memulai

Aku sempat bingung, harus menulis apa di sini. Apakah semua tulisan harus terasa positif, atau boleh juga menuliskan hal-hal yang belum selesai di dalam diri? Karena tidak setiap waktu kita bisa berpikir dengan jernih, aku sempat berputar-putar cukup lama, mencari-cari apa yang akan aku tulis untuk…

Nawwa30