AES01 Petunjuk Pertama

Diki Muhammad Noorpenulis arsip3

Manusia diciptakan tentu disertai dengan pedoman atau petunjuk yang perlu terus ditelaah agar bisa kembali kepadaNya dengan 'selamat'. Petunjuk pertama yang diturunkan bagi teman-teman yang muslim yakni iqra` bismi rabbikallażī khalaq artinya bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dari petunjuk tersebut sebetulnya kita diminta untuk bersyukur atas potensi yang dimiliki, yakni mengoptimalkan indra maupun hati untuk membaca berbagai hal yang ada di sekitar. Membaca untuk menemukan kuasa-kuasaNya yang lain agar kita mampu belajar dan terus bersyukur. Menemukan apa yang ada dalam diri maupun semesta, yang keduanya sangat berkaitan satu sama lain.

Dalam proses pembelajaran anak biasanya akan diajak untuk melakukan pengindraan berbagai hal di keseharian, dari yang dilihat, didengar, dicium, dirasa, dan diraba. Biasanya hasil pengindraan masing-masing anak berbeda satu sama lain, dan ini yang membuat proses belajar semakin kaya. Lewat pengalaman pengindraan selanjutnya anak bisa diajak untuk merasakan juga apa yang dirasakan dalam 'hati' mereka. Yang muncul pun bisa sangat beragam, dari mulai rasa senang, kagum, bahagia, sedih, dll. Berbagai perasaan tersebut menjadi tahap mengenali potensi syukur apa yang bisa diupayakan selanjutnya untuk merespon hasil pengindraan berupa aksi yang bersumber dari rangkaian proses bernalar. Harapannya siklus ini membawa anak untuk benar-benar merasakan pembelajaran yang bermakna. Tapi tentu pemaknaan ini tidak serta merta langsung 'ngajadi' dalam kehidupan mereka sehari-hari saat itu juga, yang penting setidaknya benih kebaikan sudah mereka tumbuhkan dalam diri. Tumbuh dan "ngajadi' perlu digenapi oleh pengalaman-pengalaman pengindraan lainnya, baik di masa sekarang ataupun saat mereka dewasa nanti. Hingga sampai pada akhirnya paham atas tujuan manusia diciptakan dengan segala amanah yang perlu dijalankan sebagai bekal untuk kembali pulang kepadaNya. 

 







Komentar (1)

Andy Sutioso

Keren kak Diki... Nuhuun sudah berbagi.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES223 Mengenal Diri, Kenapa Sulit?

Hari ini mendapatkan pesan WA dari seorang kakak Smipa yang telah selesai berproses di semester pertamanya di Semi Palar. Saya tidak akan menuliskan apa yang disampaikannya, tapi intinya, satu semester ini adalah penggalan waktu yang penuh keajaiban, karena dalam prosesnya ia merasa dibawa dan mend…

Andy Sutioso60
AtomicEssay

AES29 Kucing, Burung dan Laba-laba

Seorang teman pernah bercerita mengenai kucing-kucing yang terpaksa tidak mendapatkan supply makanan karena satu dan lain hal. Kucing itu terdiri dari induk dan anak-anaknya yang masih kecil sehingga belum bisa mencari makan sendiri. Hal menakjubkan terjadi di hari itu, seekor anak burung yang seda…

wulan bubuy51
AtomicEssay

AES145 Literasi Diri

Tulisan saya yang kemarin bicara tentang menyederhanakan - yang kemudian berujung tentang memahami esensi tentang sesuatu. Dalam perjalanan Semi Palar di usianya yang ke 17, sepertinya kita juga kembali menyentuh sesuatu yang cukup esensial. Di awal guliran TP17, kakak Smipa mendiskusikan bersama t…

Andy Sutioso60