AES010 Hari Merdeka

Hari Senin yang dinantikan telah tiba. Saya kebetulan menjadi pemimpin upacara Hari Kemerdekaan Indonesia untuk tahun ini. Sedikit tidak percaya diri, saya takut jika suara saya tidak keras ataupun saya kurang berwibawa sebagai pemimpin upacara. Pagi itu juga, saya mengumpulkan rasa percaya diri kalau saya bisa menjadi pemimpin upacara yang baik. Dan hasilnya, saya buktikan saat upacara tadi pagi. Dengan sepatu yang kurang enak dipakai, saya mencoba menampilkan versi terbaik saya. Syukurlah, upacara berjalan dengan lancar. Terima kasih buat semua orang yang telah membangun atmosfer upacara yang hikmat.
Setiap 17 Agustus tidak lengkap rasanya jika tidak mencoba lomba 17-an. Banyak lomba yang dapat dipilih, misalnya makan kerupuk, gambar, susun balok, memasukkan pensil dalam botol, dan juga tarik tambang. Saya mengikuti lomba susun balok dan tarik tambang. Lomba susun balok, saya bersama Farzan dan Sulton merencanakan membuat pura Bali. Ekspektasi selalu mengkhianati realita, ternyata kami gagal membuatnya dan berakhir di posisi terakhir. Tarik tambang membuat saya mengeluarkan semangat saya untuk menang. Dengan kekuatan penuh, kami berhasil keluar sebagai juara pertama. Euforia semakin meriah, maka ada ronde tambahan melawan kakak-kakak. Ekspektasi kami sudah rendah, kami dapat mengalahkan kakak-kakak. Beruntungnya, kami dapat mengimbangi perlawanan kakak-kakak. Ada momen di mana kami hampir dinyatakan kalah oleh kakak-kakak. Dengan semangat untuk menang, kami dapat mencuri poin.
Hari ini, melalui pengalaman menjadi pemimpin upacara dan mengikuti berbagai lomba, saya belajar banyak hal berharga. Rasa gugup dan keraguan yang awalnya menghantui ternyata hanyalah ujian awal. Dengan tekad dan dukungan dari banyak pihak, saya berhasil melewatinya. Kegagalan dalam lomba susun balok mengajarkan saya arti dari ketekunan dan kerja sama tim. Sementara kemenangan dalam tarik tambang membuktikan bahwa semangat juang yang tinggi dapat mengalahkan segala rintangan. Dari semua pengalaman ini, saya semakin yakin bahwa setiap tantangan adalah peluang untuk tumbuh dan berkembang. Rasa gugup dan menyerah hanyalah batu loncatan untuk mencapai versi terbaik diri kita. Tidak lupa, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara hari ini. Mulai dari panitia penyelenggara, kakak-kakak, teman-teman, hingga seluruh peserta lomba. Semangat kemerdekaan yang kita rasakan hari ini akan terus menginspirasi saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES197 Pemilu dan Gaya Komunikasi
Halo teman-teman yang budiman,lama rasanya saya tidak bercakap-cakap di sini. Maka pada kesempatan kali ini, izinkan saya menulis sesuatu yang agak berbeda dari biasanya. Bukan soal perjalanan, bukan soal musik, bukan pula soal novel, melainkan tentang pemilu dan gaya komunikasi.Awalnya sederhana s…

AES195 Membahas Sedikit soal Transum Bandung
Tulisan di Ririungan tanggal 3 September 2026Halo teman-teman yang budiman, kali ini saya ingin membagikan sedikit pengalaman menggunakan transportasi umum di Bandung. Dalam rentang tiga hari, saya sudah mencoba dua jenis transportasi umum yang sekarang mulai cukup sering terdengar namanya, yaitu b…

AES194 Jalan-Jalan 2 Minggu Ini
Tulisan di Ririungan tanggal 23 Agustus 2026Halo teman-teman yang budiman, sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis sepatah dua patah kata di sini. Entah kenapa, gairah menulis saya sempat mengalami kekeringan. Bukan karena tidak ada kehidupan yang berjalan, bukan juga karena kepala benar-benar…

