AES011 Pak Vinan Bagian 2

Lanjutan dari bagian 1 https://ririungan.semipalar.sch.id/maulrest/blog/3900/aes009-pak-vinan-bagian-1
Mei 1998, ketika beberapa teman Pak Vinan memilih untuk mengungsi ke Bali, Pak Vinan memilih untuk tetap berdiam di Bandung tepatnya di daerah Astana Anyar. Suatu hari beliau menengok keluar rumah dan cukup terkejut banyak pemuda yang duduk jongkok di depan rumahnya, ketika beliau keluar alangkah tersentuhnya beliau ketika para pemuda ini bilang, “Bapak di dalam saja, tenang kami semua jagain.” Beliau lalu teringat memang dari dulu beliau suka berbaur dengan warga. Sebagai contoh, ketika ada yang meninggal beliau ikut melayat dan menunggu di luar masjid ketika jenazah dishalatkan.
Pak Vinan percaya bahwa orang Indonesia itu mayoritas baik, walaupun tidak dipungkiri orang jahatnya juga ada. Ketika awal datang ke PPM pun sebetulnya saya ragu di mana saya bisa shalat, karena dari salib yang tergantung di lumbung utama saya tahu Pak Vinan beragama Katolik. Akhirnya saya memilih untuk shalat di teras lumbung murid KPB. Saya yang percaya Pak Vinan bukanlah orang yang kaku, lalu memberanikan diri untuk bertanya bolehkah saya shalat di lumbung utama? Beliaupun menjawab tentu boleh bahkan menawarkan kalau perlu bisa juga shalat di kebun teh dan beliau akan ambil foto untuk menangkap momennya.
Saya juga sempat melihat cara Pak Vinan berinteraksi dengan warga, terutama Pak Anwar salah satu ketua RT di daerah Gambung. Ketika Pak Anwar datang Pak Vinan tidak segan menawarkan segelas kopi ke Pak Anwar, Pak Anwar pun tidak menolak karena memang di beberapa budaya di Indonesia tidak baik untuk menolak tawaran dari tuan rumah. Orang Sulawesi menyebutnya apunan, kalau di Sunda saya kurang tahu apakah ada atau tidak. Begitupun sebaliknya, dalam ajaran Islam tuan rumah harus memperlakukan tamu dengan sangat baik, maka dari itu mayoritas rumah di Indonesia memiliki ruang tamu. Pak Vinan nampaknya tahu betul budaya ini dan bagi saya ini adalah bukti beliau memang sudah berbaur dengan warga sekitar.
Sepertinya PPM ini memang Pak Vinan bangun bukan hanya untuk rekreasi, namun lebih dari itu untuk berubah menjadi pribadi yang bermanfaat dan memiliki hati yang bersih dan menyenangkan. Sesuai dengan nama tempat yang beliau dirikan di daerah Gambung ini, “Paniisan Panghegar Manah.”
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES009 Pak Vinan Bagian 1
Sosok yang pertama kali saya temui ketika sampai di PPM Gambung adalah Pak Vinan, ya pemilik PPM Gambung itu sendiri. Ada rasa khawatir dikarenakan saya hanyalah kakak magang dan baru pertama kali bertemu beliau, maka percakapan tidak akan mengalir dengan baik. Namun saya salah sangka, ternyata Pak…
maulrest30
AES 31 talas, ikan asin, dan papringan
Hari Selasa ini kami pergi mengunjungi Mbak Siska di rumahnya yang kurang lebih 30 menit jauhnya dari Dusun Ngadiprono. Rumah Mbak Siska terletak di Dusun Pongangan, di daerah yang cukup tinggi, di samping acara pernikahan dengan musik yang mendebarkan jantung. Kami sampai di sana dan langsung disa…
vania20
AES 010 Ayah!
Kemarin adalah Hari Ayah, dan seperti biasa hari tsb ga dirayakan semeriah Hari Ibu, bahkan sering terlupakan (omg maafkaan..) Mereka sendiri jg jalani hari seperti biasa aja. Tetep ngopi pagi, antar jemput dan periksa tekanan ban mobil meskipun relatif datar tanpa huru hara kehadiran seorang ayah…
Lei32