AES011 - Realisasi Kehidupan Sosial dalam Pembelajaran

Senin, 22 April adalah hari dilanjutkannya prosesi magang dengan sesi yang berbeda. Ditempatkan di kelas SD besar, yaitu SD 5 sebagai salah satu kelas yang ku singgahi saat prosesi observasi harian. Mendapat kesempatan lebih dekat dengan anak-anak untuk dikenali dan dibersamai secara utuh. Momen di hari pertama yang sangat diingat dan menyenangkan adalah kegiatan berbelanja ke pasar menemani anak-anak SD 5 untuk memastikan semua bahan makanan untuk berkemah di hari Rabu hingga Kamis terpenuhi dengan baik.
Diawali dengan berjalan kaki untuk mencapai jalan raya tempat dimana angkutan umum berada, lalu menggunakan angkutan umum untuk menjangkau pasar yang dituju, yaitu pasar Sarijadi. Di sana, anak-anak telah diinstruksikan untuk dapat berpencar sesuai dengan peran dan kelompoknya untuk berbelanja berbagai bahan-bahan makanan. Lihai sekali anak-anak menangkap berbagai hal yang ada di pasar dan dengan sigapnya mereka langsung mencari berbagai hal yang akan mereka beli. Tawar-menawar, transaksi menggunakan mata uang, menghitung selisih belanja, menghitung volume bahan makanan yang akan dimasukkan ke dalam wadah-wadah yang mereka bawa agar tidak menggunakan plastik (dan tentunya tidak menambah kerusakan bumi ini dengan penggunaan plastik sekali pakai, serta koordinasi dengan teman kelompok untuk memastikan bahwa uang yang diberikan cukup untuk berbelanja seluruh kebutuhan bahan makanan.
Di pekan magang sesi 1, ku membuat program simulasi berbelanja menggunakan nilai uang saat lawang ameng di SD 3. Ternyata, pekan ini berjodoh untuk melihat langsung realisasi berbelanja di pasar sebagai salah satu kegiatan ekonomi yang ada di sd 5. Senang rasanya karena melihat anak-anak begitu banyak menerapkan nilai-nilai yang menunjang mereka sebagai manusia sosial dan manusia ekonomi. Realisasi nilai koordinasi, numerasi, nalar, kelihaian bersosialisasi, menghargai alam sebagai apa dan berbagai hasilnya yang dibutuhkan manusia, kesadaran akan kebutuhan, dan yang lainnya.
Salah satu yang membuat senang membersamai anak-anak Bengawan Solo ini adalah keceriaan dan kehebohan mereka dalam bersosialisasi. Di dalam angkutan umum, Jojo sebagai anak yang duduk di sebelah supir menggobrol banyak dengan Pak Supir mengkritisi keadaan Lembang karena kebetulan Jojo dan Pak supir ternyata rumahnya berdekatan di sekitar Lembang. Pak supir sempaty berkata mengenai kecerdasan Jojo sebagai anak yang aktif dan pintar bersosialisasi sebagai anak-anak yang baru berusia 11 tahun. Lalu, anak-anak lainnya dengan antusias menyapa para pengguna jalan lain di dalam angkutan umum dan bersorak-sorai jika ada yang memberikan reaksi timbal baliknya. Menjadi salah satu hal yang terlihat mengenai bagaimana anak-anak melihat dunia dengan sangat antusias dan terbuka sebagai bagian dai kehidupan sosial.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES936 Hidup adalah Udunan
TIdak ada peristiwa kebetulan, minggu lalu salah satu kakak bilang sama saya, kak Andy kapan kita ngobrol... Hmm, pikiran yang sama juga mampir dalam diri, bahwa memang sudah waktunya ngobrol dengan kakak ini. Nyambung ya... Akhirnya hari minggu kemarin kitapun jumpa setelah olahraga pagi - sambil…

AES 1540 Sebuah Perayaan
Kenapa topik kematian menjadi sebuah hal yang paling jarang diperbincangkan dan menjadi semacam hal yang tabu? Saya tidak terlalu mengerti jika itu dikaitkan dengan semacam rambu-rambu dalam hubungan sosial, tapi jika saya menyelami pengalaman pribadi, terutama akhir-akhir ini saya sangat lekat dal…
joefelus40
AES881 The Living Years : Bicara Lintas Generasi
Karena sedang banyak membicarakan tentang generasi, saya ingin menempatkan lagu ini di Ririungan. Lagu lawas yang dibawakan oleh grup musik Mike & The Mechanics. Judulnya The Living Years. Lagu yang masih kerap saya putar di playlist saya. Beberapa waktu lalu di tengah kemacetan lalu lintas, la…

