AES012 Seri Review Semesta: Kopi

Biji-biji kopi yang sudah diolah dari kebun sudah dimasukan ke stoples-stoples estetik di kedai kopi. Mereka yang berdesakan sudah terlihat senang karena akan disajikan ke gelas-gelas para penikmat kopi yang tentunya mengapresiasi mereka. Apresiasinya pun sangat mendalam, dari asal, cara pengolahan, penyajian, aroma, dan rasa.
Biji-biji kopi ini punya hak istimewa yang didapatkan sejak ditanam. Para petani adalah orang yang menanam dengan penuh kesungguhan dikarenakan ia tahu yang membeli biji-biji kopi mereka bukanlah orang sembarangan. Perawatan dilakukan dengan penuh ketelitian dan tentunya tidak serampangan.
Ketika sudah disajikan pun para penikmat adalah orang yang memilih dengan pengetahuan tentang kopi yang mereka sudah miliki. Kebanyakannya mereka minum dengan santai tidak terburu-buru sambil mengobrol ataupun mengerjakan tugas kuliah.
Biji-biji kopi merasa hidup mereka adalah hidup yang sangat bermanfaat dikarenakan mereka dibutuhkan, dicari, dan diapresiasi oleh para penikmat kopi.
***
Aku adalah kopi yang kehilangan identitas, kopi yang ditolak dan dianggap tidak pantas masuk ke kedai kopi. Sejak disiapkan untuk disajikan ke pelanggan, sebagian besar masyarakat sudah mencap diriku hanyalah tiruan kopi dari jagung. Aku disimpan dalam bungkus dengan teman-teman kopi dan juga beberapa teman jagung yang nantinya dijual cukup murah.
Para karyawan pabrik bahkan mungkin tidak tahu jenis-jenis olahan kopi yang ada di luar sana, mereka bisa jadi mengolahku dengan penuh tekanan dikarenakan pemasukan bulanan yang secukupnya dan terkadang tidak cukup untuk menghidupi keluarga mereka.
Setelah disajikan pun banyak yang mengonsumsiku dari kalangan yang diburu waktu ketika mencari pemasukan yang tidak sebanding dengan keringat yang dikucurkan. Dikarenakan hal ini pula aku sering diminum dengan cerita curhatan penuh amarah. Diminum dengan seruputan yang serampangan diikuti dengan suara “ahhh” yang terdengar tidak syahdu dan meresahkan pengunjung lain.
Aku merasa hidupku hanyalah rentang waktu yang menyedihkan hingga akhirnya aku dikonsumsi tanpa apresiasi, berbeda dengan teman-temanku yang mempunyai hak istimewa di kedai kopi sana.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 054 PERSIB: Panem et Circenses (Obat Bius Penguasa)? atau Kultur Perlawanan dan Persatuan Rakyat?
Panem et circenses atau bread and circuses dalam bahasa Inggris sering mengacu kepada istilah politik di mana penguasa menggunakan makanan dan tontonan untuk membius dan menjinakan rakyat agar tidak melawan. Banyak yang menunjuk hiburan modern sebagai salah satunya, di mana rakyat sengaja dibiarkan…
maulrest80
AES 053 Pungli
Judul tulisan ini merupakan kata yang sebetulnya sangat negatif, namun menjadi lumrah di negara kita, khususnya di kalangan yang bekerja di pemerintahan. Bahkan ada sebutan bahwa pungli ini adalah budaya Timur. Saya pun belum menindaklanjuti sebutan ini dengan riset yang lebih dalam. Apakah betul p…
maulrest10
AES 052 God Works in a Mysterious Way: MGMP Guru Bahasa Inggris
Hari Rabu tanggal 29 Oktober, seharusnya saya dan satu rekan guru bahasa Inggris di sekolah mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Cileunyi. Namun Kepala Sekolah memutuskan cukup satu guru saja yang mewakili dan akhirnya guru yang lebih senior lah yang diputuskan berangkat. Wal…
maulrest22