AES013: Bingung

Seringkali, aku bingung ingin menulis apa di ririungan ini, di atomic essay smipa ini. Bukannya tidak ada materi untuk ditulis, tetapi pikiran dan imajinasi itu selalu kemana-mana. Dari pengalamanku hari ini, ide dan pikiran itu bisa melekat dengan baik, bisa juga masuk otak kiri keluar otak kanan. Sekali-kali muncul di saat yang tidak penting, misalnya lagi pergi mau vaksin tiba-tiba mendapatkan banyak ide. Saat itu, pikirku sudah memiliki ide untuk ditulis di blog sebagai atomic essay nanti. Tau-tau esok harinya, sudah lenyap pikiran tersebut. Padahal gaada maling di rumah. Nah, aneh sekali membayangkan hal seperti itu terjadi, bangun-bangun tidur sudah segar, tetapi pikiran hari kemarin sudah tidak ada. Di saat yang tidak penting, sesuatu yang penting terjadi. Di saat yang penting, hal yang penting tidak ada. Mungkin itu gambaran umumnya, mengenai situasi kehidupan ini sehari-hari. Kita sebagai 'korban', tidak bisa komplain. Kalau terjadi, terjadilah. Pikirkan lebih ke masa depan, ingin ngapain. Anehnya, sekali lupa pun bisa selamanya lupa, lho. Sehingga, kalau begitu, lebih baik pikirkan saja apa yang mau, bisa, dan layak ditulis di platform ririungan ini.
Itu persis apa yang kualami hari-hari ini. 2 hari lalu agak bingung, kemarin libur, hari ini lost. Tepat sekali menjelaskan kondisiku dalam mencari ide, dalam atomic essay yang rutin dikerjakan setiap hari. Tadinya aku selalu berpikir dan menemukan topik yang sangat bagus, sangat layak, sangat ingin dan sangat bisa ditulis di ririungan ini. Karena itu sudah sore hari, dan aku sudah menulis 1 atomic essay untuk hari tersebut, maka kubiarkan saja. Meskipun sore mungkin bisa santai, siang hari esoknya mah pasti bingung.
Hal mengingat hal, bisa terlihat sepele. Tetapi sebenarnya itu merupakan petanda, apakah otak sumber pikiran kita kuat atau lemah. Aku sendiri sebenarnya tidak konsisten, kadang ingatannya sangat bisa diandalkan dan kuat, tidak melenceng satu sisi pun. Tapi di sisi lain, kadang malah benar-benar pelupa jarak pendek, tidak benar-benar fokus dan sehingga tidak sadar informasi seperti apa yang diserap, sudah seperti Dory saja. Karena tidak konsisten ini, frekuensi kekuatan pikiranku selalu beragam, bisa sangat kuat di waktu yang tidak penting. Bisa juga lemah di saat-saat yang salah. Itu bukanlah kebetulan, melainkan seharusnya kita sendiri bisa menyadari hal tersebut dan belajar untuk lebih baik lagi.
Bingung bukanlah kesalahan. Itu adalah petanda bahwa kita tidak fokus secara 100%, kita tidak menangkap informasi sesuai harapan ataupun apa asumsi kita sendiri. Bisa jadi pula, kita tidak menangkap sesuatu berdasarkan pola pikir kita, sesuatu bisa jadi terlewat. Misalnya, karena tidur saat jam pelajaran jadi ketinggalan informasi, bangun-bangun bingung topiknya apa. Ada sesuatu yang terlewati, terlompati.
Itu sebabnya kita membuat catatan. Menulis, saat jam pelajaran dulu di jenjang SD dan SMP. Supaya tidak tertinggal informasi. Juga supaya kita bisa lebih fokus dengan mencatat, tidak sesuai harapan kita tetapi lama-lama bisa dimengerti.
Komentar (1)
Keren ini, kamu bingung tapi sudah ketemu sendiri jawabannya... Semoga kebingungannya berkurang...
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES180 Hari-Hari Tak Bertuan
Halo teman-teman yang budiman, satu minggu ini proyek saya terus bergulir. Awalnya hanya perencanaan kecil di kepala, lalu berubah menjadi catatan, lalu perlahan menjadi sesuatu yang benar-benar harus dikerjakan. Dan sekarang saya berada di tengah proses itu—fase yang paling melelahkan sekaligus pa…

AES908 Antara Ririungan dan Medium
Pagi ini saya menuliskan posting saya yang ke lima di Medium. Judulnya ini "Hmm. What Should I Write About?". Mungkin dari judulnya kebayang ya apa isinya. Kalau cukup kepo silakan mampir dan menelaah apa yang saya tuliskan di Medium. Lucu juga pengalamannya. Setelah menuliskan sekitar 900 esai di…

AES118 Asumsi
Terpantik dari diskusi siang tadi, ada hal menarik yang ingin aku ulur lebih panjang lagi mengenai menulis. Menulis memang terasa berat dan membingungkan bayangkan saja berapa sering kita menulis esai atau mengarang pada pelajaran bahasa indonesia dibandingkan dengan menjawab soal matematika? Berap…
Sanya21

