AtomicEssay

AES908 Antara Ririungan dan Medium

Andy Sutiosopenulis arsip3

Pagi ini saya menuliskan posting saya yang ke lima di Medium. Judulnya ini "Hmm. What Should I Write About?". Mungkin dari judulnya kebayang ya apa isinya. Kalau cukup kepo silakan mampir dan menelaah apa yang saya tuliskan di Medium. 

Lucu juga pengalamannya. Setelah menuliskan sekitar 900 esai di Ririungan, saya menemukan bahwa saya kebingungan untuk menentukan apa yang akan saya tuliskan di Medium. Sepertinya kebingungan ini timbul karena saya menyadari bahwa Medium adalah platform yang sama sekali berbeda dengan Ririungan - terutama dalam hal skala. Ibarat kolam ikan dengan samudera. Menarik ya. 

Soal menulisnya saya ga masalah. Toh sama aja teknisnya mengetik dan mempublish. Sedikit saja perbedaan dengan interface dan formatnya. Selebihnya sama saja. Tapi ada sesuatu yang terasa sangat berbeda. Kemarin saya lihat-lihat lagi siapa yang saya follow di sana. Banyak orang-orang hebat di sana. Salah satu tokoh yang saya tempatkan sebagai guru adalah Deepak Chopra. Deepak juga menulis di Medium. Kebayang ya? Ini hanya salah satu saja contohnya. Banyak lagi orang-orang hebat menulis di sana. 

Tapi hari ini saya memutuskan untuk menulis di Medium - seperti halnya saya menulis di Ririungan. Ya menulis aja, jangan banyak mikir. Jadi ya betul, dua minggu kemarin itu saya banyak overthinking sebelum menulis. Ada beberapa draft yang sudah tersimpan karena terlalu banyak mikir. Hehe... begitulah manusia. Sudah tau teorinya bagaimana untuk mengatasi pikiran, tapi tetap aja kejadian. 

Setelah memposting tulisan ke lima di Medium, sebelum saya menuliskan ini, saya menetapkan mindset saya tentang bagaimana saya akan menulis di Medium. Perbedaan dua platform ini akan menjadi ruang eksplorasi yang menarik tentang bagaimana proses penulisan dan bagaimana tulisan-tulisan yang akan saya hasilkan di kedua ruang penulisan ini. Sepertinya bakal menarik, karena bawah sadar saya juga langsung bekerja - menyadari bahwa saya akan menghadirkan tulisan-tulisan saya, buah pikiran dan perasaan saya di dua ruang yang berbeda. 

Jadi ya begitulah ceritanya. Tapi saya senang, pagi ini saya bisa memposting dua tulisan sekaligus, di Medium dan di Ririungan. Jadi lebih produktif juga ternyata - kalau kita bisa mengesampikan pikiran-pikiran kita yang sebetulnya ga banyak membantu malah menjadi penghambat. Salam penulisan. 

Photo by Vanessa Garcia : https://www.pexels.com/photo/photo-of-man-in-deep-thoughts-6325938/

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES476 Hutang Menulis

Tulisan ini memang hanya mencatatkan bagaimana saya sedang punya hutang menulis. Minggu kemarin agenda sangat padat dan melelahkan. Cukup banyak tulisan saya yang seperti ini, sekedar untuk mendorong diri untuk menulis - walaupun kondisi sedang tidak kondusif untuk menuliskan sesuatu yang lebih ber…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES427 Membongkar Narasi Negatif dalam Diri Kita

Menemukan bukti kegagalan sistem pendidikan Indonesia sebetulnya mudah. Tinggal melihat narasi seperti apa yang ada dalam diri kita masing². Banyak sekali narasi-narasi yang tertanam dalam diri kita, contohnya : "Saya ga bisa gambar", atau "Saya ga suka matematika", yang lain lagi "Saya ga suka (at…

Andy Sutioso82
AtomicEssay

AES240 Melewatkan Esai Kemarin

Sore ini saya menulis untuk bayar hutang esai saya yang kemarin - yang seperti saya tuliskan dalam judul tulisan ini: Kelewat Menulis. Pasalnya memang saya kemarin agak menunda-nunda menulis, karena ada belum ada ide - kebetulan banyak hal di kepala untuk hari Senin kita. Malam ternyata Rico perlu…

Andy Sutioso20