AES013 Malam

Tidak terasa waktu cepat sekali berlalu, setelah mengerjakan tugas yang belum selesai-selesai itu ternyata sudah 5 jam aku didepan laptop. Sambil makan, sambil menemani Sei yang mengerjakan tantangan, membuat karya, membaca buku dinosaurus, sambil menemani anak-anak yang harus tidur sebelum pukul 21.00 (kalau lebih tidak dapat ceklis rutin di rumah) ternyata mata sudah mulai lelah.
Berhubung anak-anak sudah tidur bisalah aku keluar rumah mencari udara segar. Wah ternyata malam ini ada bulan purnama cantik sekali, bulat putih cerah langit pun bercahaya malam ini karena tidak tertutup awan. Sambil duduk diteras, disapa angin yang cukup dingin. Hmm 22 derajat pantas saja. Sepinya malam diiringi angin yang dingin seperti sedang menyejukkan kepala yang ngebul. Berdiam diri sejenak menikmati anugerah dari Tuhan. Nyaman. Nikmat mana yang kau dustakan.
Membuka mata melihat tumbuhan dikebun yang daunnya tertiup angin seperti menyemangati mengingatkan aku untuk selalu bersyukur. Pohon cabe ku berbuah lebat, sudah merah-merah besok waktunya panen makin tersenyum aku. Tidak kalah indah hari ini bunga wijayakusuma juga berbunga ah indah sekali kebunku ini. Wijayakusuma si bunga malam. Mungkin memang tugasnya berbunga dimalam hari, gelapnya malam sepi dan dingin bunganya tetap merekah tanpa peduli ada yang melihat atau tidak dia tetap blooming menjadi dirinya sendiri. Menemani kita yang mencari ketenangan setelah panjangnya hari ini. Melihat kedepan pohon mangga tetangga yang sedang berbuah lebat menggantung rapat diantara dedaunan. Walaupun milik tetangga tapi melihatnya juga sudah senang.
Ah sempurnanya malam ini untung aku keluar kalau tidak mana bisa kunikmati pemandangan ini.
Sendirian dan menikmati alam memang memberi inspirasi. Berdiam diri dan menerima energi dari sekitar membuat kita kembali bersyukur atas nikmat Tuhan.
Terima kasih Tuhan masih menyayangiku, masih diberikan nikmat sehat, memiliki kebun yang indah, ditempatkan ditengah-tengah orang baik, diberikan rumah untuk kembali pulang sehingga dapat menikmati indahnya malam ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES158 Santai
Bukan kebetulan. Katanya memang semua sudah terencana apik. Saking halusnya sampai terlihat seperti sebuah kebetulan. Ternyata sudah tepat 6 bulan aku terakhir menulis. Waktu itu juga sedang santai, pagi menjelang siang saat rutin pagiku sudah selesai dan entah kenapa rasanya santai. Aku mulai memb…
Sanya32
AES157 Januari
Akhir-akhir ini cuaca memang syahdu. Suhu udara menurun, angin mengencang, hujan menderas dan langit menggelap. Matahari yang sebelumnya terasa terik dan perkasa perlahan melembut bersembunyi di balik awan tebal yang siap menghadang cahayanya seakan berujar, “Seterang apapun cahayamu ada saatnya ka…
Sanya21
AES156 Hujan
Sudah beberapa hari belakangan siang menjelang sore, cahaya cerah matahari perlahan tertutup awan. Lewat tengah hari hawa menjadi lebih dingin, langit kelabu, seakan sore datang lebih cepat. Tak berapa lama hujan datang, intensitas nya tak menentu bisa gerimis kecil atau hujan lebat. Aku sudah lama…
Sanya20