AES014 - Eksplor Rasa dan Pengaplikasian Sebagai Kesederhanaan Mewah di Keseharian SMIPA
Salah satu hal yang menjadi pertanyaan awalku saat menginjakkan kaki di SMIPA adalah “mengapa ya, di SMIPA tidak ada ruang yang menyediakan alat-alat bermain seperti brakiasi dan yang lainnya?”. Karena secara lebih detail dari pengamatanku mengenai sekolah yang berbasis hubungan dengan alam dan lingkungan sekitarnya, biasanya terdapat alat-alat bermain yang memfasilitas gerak tubuh dan hubungan sosial anak saat bermain dengan alat-alat bermain yang konvensional selalu ada di area bermain sekolah.
Ternyata, setelah ditilik lebih mendalam menggunakan perspektif yang didapat saat berkegiatan di SMIPA ini ialah bagaimana semua area yang diberi barang-barang keseharian (seperti ban-ban kendaraan, sebatang pohon besar, rantig dari tanaman, bebatuan dari kebun) menjadi alat-alat bermain mereka yang dapat mengolah eksplorasi lebih jauh dengan imajinasi-imajinasi khas anak yang kadang menjadi suatu kejutan bagi orang-orang dewasa yang memerhatikannya.
Salah satu hal tersebut aku perhatikan di jam-jam sebelum bekegiatan, Mada dan Nara (SD 3) terlihat sibuk mengatur strategi bagaimana mereka dapat membuat suatu hal dari ban-ban kendaraan dan sebatang pohon besar. Terdengar “Mada, ini coba dorong kayunya dan simpen di atas ban”. Seketika tanyaku menyeruak kepada mereka “Mada, Nara, hai! Kalian lagi bikin apa nih?”, Mada dan Nara menengadah ke arahku dan melambaikan tanga, seraya menjawab bahwa mereka ingin membuat ayunan tapi dalam bentuk baru. Ditilik lebih lama mereka asyik dengan kegiatan mereka berdua, naik di atas sebatang kayu dengan memperkirakan keseimbangan, menaikkan ban-ban di atas kayu untuk digelindingkan sembari mata mereka menghitung secara nalar bagaimana caranya agar ban tersebut berjalan lurus mengikuti ruang pada kayu tersebut, dan juga menjejerkan 3 ban yang berbeda tingginya dan di atasnya ditumpuk sebatang kayu besar tersebut.
Amatanku melihat kegiatan Mada dan Nara sangat menarik karena menarik lebih jauh ke jawaban dari pertanyaan di awal bahwa, di dalam diri anak-anak yang tujuan kehidupan awalnya adalah bermain dan belajar, hal-hal seperti inilah yang memberikan mereka ruang fisik dan pembumian ruang imajinasi lebih dalam lagi dengan menerapkan pembelajaran dan belajar hal baru yang menggenapi mereka dalam berkehidupan. Rasa kesabaran, percaya diri akan eksplorasi dan imajinasinya, kreatifitas, hingga pengaplikasian literasi numerasi di dalam hal-hal yang paling dekat dan sederhana yang terasa menyenangkan saat mereka melakukannya.
Sungguh pagi yang indah!
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES015 - Fasi Pisa dan Korelasi Pikir Solusi
Dua kali jumat, menemani anak-anak SD 1 bersemangat sekali ke Fasi Pisa (Fasilitas Pilah Sampah) untuk menyortir sampah yang mereka sudah bawa dari rumah untuk dimanfaatkan di SMIPA. Mendengar obrolan-obrolan kecil mereka mengenai bagaimana mereka sangat berkontribusi dalam memilah sampah yang ada…
frisma10
AES013 - Bertelanjang Kaki sebagai Manusia
Salah satu hal yang menarik perhatian dari rumah belajar (yang aku alami, pun dari lingkung sekitar yang mengetahui Smipa) ini adalah ketelanjangan kaki di area lingkup sekolah. Kaki-kaki anak menyentuh berbagai macam hal yang ada di sekolah termasuk makhluk hidup lain yaitu tumbuhan dan tanah. Ber…
frisma10
AES012 - Obrolan Pendobrak Dinding Dewasa
Setelah berkegiatan penuh di hari Rabu hingga Kamis yaitu berkemah di Curug Layung bersama dengan SD 5 Bengawan Solo, di akhir perjalanan pulang menuju Smipa melakukan obrolan-obrolan ringan bersama dengan Kak Asep. Memperdalam pengenalan menuju pribadi anak-anak SD 5 lewat perspektif kakak kelas y…
frisma12