Atomic Essay

AES015: Mengolah

Farzanpenulis arsip2

Ada sesuatu yang teramat kuno tengah berkeliaran di kehidupan sehari-hari kita. Dia ada di hadapanmu, di sekitarmu. Mereka selalu ada di sana; sekarang, dahulu, juga kelak. Mereka adalah sisa-sisa kehidupan yang telah lama punah, dibangkitkan dari kedalaman bumi lewat tangan manusia. Mereka lentur, kuat, bisa menyerupai apa saja. Mereka berbahaya dan sulit dihancurkan.

Plastik merupakan benda yang menarik. Mereka baru muncul akhir-akhir ini, tapi dalam waktu singkat itu, kita sudah bisa merasakan dampak mereka di setiap sendi kehidupan kita. Kita sudah menguras habis persediaan bumi untuk terus membuat mereka. Mereka sudah merambah sudut terjauh daratan dan menyelami palung laut terdalam.

Untungnya, dunia, kalaupun belum peduli, setidaknya sudah mengetahui tentang masalah ini. Dalam SDG, kita sudah menyatakan harapan kita untuk menyembuhkan dunia dari jangkauan plastik, untuk mengurangi konsumsi kita.

Dan, dengan memilah dan mengolah sampah kita, kita turut membantu menyelesaikan masalah ini. Dengan rutin yang sederhana, kita turut membantu mencapai tujuan dunia.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Atomic Essay

AES20: Perjalanan Berangkat dan Hari-Hari Lambat

Tahukah kamu, mengapa perjalanan pulang terasa lebih cepat daripada berangkat? Itu karena fenomena psikologis yang disebut sebagai return trip effect, di mana otak kita sudah familiar dengan rute perjalanan sehingga tidak perlu bekerja keras memproses informasi baru Prinsip yang sama bekerja saat k…

Farzan61
Atomic Essay

AES21- Hidup Untuk Hidup: Pemaknaan Film Perfect Days

Film Perfect Days merupakan film yang lambat, datar dan- bahkan- membosankan. Film itu bercerita mengenai keseharian seorang pembersih toilet sederhana bernama Hirayama saat dia bertugas membersihkan toilet dengan telaten, membantu orang-orang, dan berurusan dengan rekan kerja yang menyebalkan. Dia…

Farzan10
Atomic Essay

AES20- Tentang Waktu, Motor, dan Produktivitas

Saat kamu menyadari waktu yang berlalu, setiap detik selalu terasa seperti menetes terbuang dari tangkupan tanganmu, dan tiba-tiba harimu di masa-masa remaja tinggal hitungan jari. Aku belum ingin dewasa! Aku merasa aku belum cukup bijak dan pemberani untuk menantang dunia, dan aku jelas-jelas belu…

Farzan10