Atomic Essay Smipa

AES015: Nasionalisme

haegenquinstonpenulis arsip2

Besok adalah ulang tahun indonesia yang ke-76. Tepatnya dibilang sebagai hari 'Kemerdekaan' dimana kita merayakan lahirnya negara Indonesia, tepatnya 76 tahun lalu. Kita juga merayakan tercetaknya lembar uang baru, '75.000' tahun lalu. Tidak terasa sudah berlalu cepat waktunya.

Apakah aku cinta negara? Iya. Apakah masyarakat Indonesia cinta dengan negaranya? Hampir semua iya. Apakah Indonesia lebih baik daripada negara-negara lain? Menurutku sih sama saja, karena aku sendiri berpikiran secara objektif, semua negara memiliki plus-minus masing-masing. Tetapi ada saja orang-orang, yang tidak berpikiran secara objektif dan sombong sembari mengaku-ngaku, kalau bangsa sendiri lebih baik daripada bangsa luar. Ada pula, yang terlalu menungguli bangsa luar daripada bangsa sendiri. Wajar sih, karena tergantung sikap nasionalisme pada orang-orang. Jika nasionalismenya kurang, pasti Hari Kemerdekaan dianggap biasa saja, begitu pula dengan sebaliknya. Ada yang seekstrem membakar bendera negara sendiri.

Akhir-akhir ini, aku sendiri sering menonton konten SkinnyIndonesian24 di youtube. Mereka adalah 2 bersaudara konten kreator bernama Andovi dan Jovial, yang mempersembahkan konten yang anti-mainstream dan anti 'giveaway'. 24 Juni lalu, mereka pensiun dari youtube akibat 'youtube dijadikan bisnis ekonomi, algoritmanya sudah beda', 'kurangnya api dalam diri untuk berkarya di youtube', dan kesibukan masing-masing. Kontennya yang ada di channel youtubenya, beragam. Mulai dari topik basket, komedi, dan juga indonesia-ish. Salah satunya adalah karya mengkritik DPR melalui sebuah musikal, yaitu 'DPR Musikal'. Sayang sekali melihat mereka pergi, padahal menurutku mereka termasuk salah satu kreator terbaik di Youtube yang tidak terlalu 'recognizeable'. Karena karya-karyanya di Youtube yang banyak dipersembahkan untuk Indonesia, maka bisa disimpulkan jiwa nasionalisme mereka sangat tinggi. Namun, mereka sesekali berbicara Inggris karena berasal dari Indonesia TImur dan sempat tinggal di luar negeri.

Pada instagram live mereka yang diadakan beberapa minggu lalu, terdapat pertanyaan yang agak aneh, yang diangkat oleh salah satu viewer. Viewer itu berkata, 'Si Andovi (nama kreatornya) ga nasionalis nih, ngomong malah pake bahasa inggris'. Membacanya saja, aku sudah dengan kekesalan. "Seenaknya saja berkata begitu!" pikirku. 

Andovi menjelaskan, bahwa bisa berbahasa Inggris bukan berarti tidak nasionalis. Bahasa tidak menentukan kepribadian seseorang. Toh, Presiden Soekarno bisa berbicara 5 hingga 7 bahasa. Kalau begitu, apakah beliau bisa disebut tidak nasionalis? Tentu tidak dong. Justru yang lebih dipertanyakan, apakah bisa berbahasa Indonesia menjamin dirinya nasionalis? Lebih nasionalis mana, Andovi yang membaca keseluruhan KBBI selama berjam-jam di live Youtube dan berbahasa Inggris-Indonesia, atau seorang viewer yang seenaknya meng-judge orang lain, ai dirinya sendiri tidak pernah melakukan apa-apa/memaknai suatu kemerdekaan?

Nasionalis dan tertutup itu beda. Nasionalis ialah mencintai nusa dan bangsa sendiri. Tertutup adalah tidak mau menerima, menutupkan diri dari luar. Lihat saja contohnya, Korea Uta*a (kalau tidak disensor nanti ada pemburu bayaran datang). Negara tersebut karena tertutup dari luar, tidak menerima pengaruh apapun dari luar, bahkan pengaruh yang positif. Sehingga peraturan di negeri tersebut malah terkesan keras dan kejam, autoritarian diktator. 

Intinya: Nasionalis itu penting, tapi tidak ada salahnya untuk belajar dari luar. Mereka adalah 2 kata yang tidak bertolak belakang, dengan nasionalis bukan berarti tidak belajar dari luar.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Atomic Essay Smipa

AES153: Tapi

Tapi adalah kata yang bersifat pengecualian, perputaran 180 derajat, dan merupakan sedikit kebalikan dari pernyataan sebelumnya. Tapi adalah kata yang sering kita pakai, sebagai alasan, sebagai pengecualian, dan berasal dari sudut pandang berbeda. Misalnya, ada pernyataan seperti ini: Tentara Rusia…

haegenquinston20
Atomic Essay Smipa

AES033: Panutan

Orang-orang kebanyakan memiliki orang lain di hidupnya, yang menjadi standar dan inspirasi dalam gaya hidupnya. Misalnya, inspirasinya yaitu seorang tokoh aktivis politik. Atau mungkin, vlogger youtube mengenai pola hidup sehat. Apapun itu, sudah pasti ada hal positif yang bisa ditiru dan diterapka…

haegenquinston00
Atomic Essay Smipa

AES031: Maklum

Memaklumi adalah; untuk mengerti, untuk dipahami, untuk menyatakan toleransi terhadap sesuatu yang telah terjadi, dan dapat dimengerti. Jika ada seseorang yang memaklumi, artinya orang tersebut memahami betul mengenai perasaan atau kondisi yang dialami lawan bicara. Misalnya, memaklumi perasaan ses…

haegenquinston00