AES016 Ekosistem Ririungan

Dulu aku suka sekali membaca, baca komik, tiap punya tabungan akan kubelikan komik. Koleksi komikku mungkin sudah ribuan. Hobi membaca komik dari kelas 1 SD sampai akhir SMA sebelum negara api menyerang hahaha, lambat laun kesenangan membacaku memudar. Setelah mulai kuliah komik berganti menjadi buku pelajaran. Minat membacaku hilang, membaca untuk menambah ilmu, bukan lagi mencari kesenangan.
Bergabung di Ririungan membuatku mencoba menemukan lagi minat bacaku. Tulisan disini relatif pendek cocok untuk memulai. Mulai dari nol ya..
Banyak membaca esai di Ririungan membuka pandangan baru dalam literasi kehidupan.
Ada yang menambah informasi, oh iya ya ternyata bisa juga ada pemikiran seperti itu.
Ada yang merangkai kata-kata dengan indah, wow bisa ya menulis sepuitis itu.
Ada yang diksinya keren, hmm sudah berapa ratus buku yang dibaca perbendaharaan katanya banyak sekali.
Ada yang teoritikal, ilmunya tidak kaleng-kaleng tembus Sinta 1 nih. Rispek.
Ada yang susunan katanya keren, ada bakat jadi penulis lagu.
Ada yang membuat notulen kegiatan sangat rinci dan terstruktur, hebat seperti wartawan.
Ada yang memakai bahasa kalbu, ah sepertinya tulisan itu dibuat untuk penulisnya sendiri yang kebetulan saja aku mampir karena algoritma.
Ada yang emosinya terasa, hahaha penulis ini saat menulis esai sedang kuat emosinya sampai terasa oleh pembaca.
Ada yang membuat renungan, seperti sedang mendengar Aa Gym bercerita.
Ada yang menulis dengan bahasa Inggris, wow skill writing-nya bagus jadi ingin belajar lagi.
Ada yang menceritakan pengalaman hidup dengan khidmat, berharga sekali bisa dijadikan pelajaran.
Ada yang interaktif, sepertinya cocok jadi mc kondang.
Ada yang menulis resep, wow bisa jadi next bu Sisca Soewitomo idolaku dari kecil.
Ada yang gak jelas, lah itu kan tulisanku hahaha
Kutemukan berbagai style menulis, masing-masing penulis punya ciri, punya touch yang unik, sense of art nya tampak. Mereka punya bakat terpendam atau bakatnya ini mungkin sudah disadari oleh si creator nya dan sedang diasah. Inspiring.
Walaupun niat menulisnya beragam tapi semua menjadi diri sendiri saat menulis disini. Ibarat kebun dengan berbagai macam tanaman dan kehidupan didalam nya. Keanekaragaman nya, membuat harmoni yang indah sehingga menciptakan ekosistem yang baik untuk tumbuh kembang penghuninya.
Semoga si umbi bawang ini yang sedang berkeliling menikmati indahnya kebun, suatu saat dapat berkembang juga mengikuti jejak penghuni terdahulunya, yang sudah berkembang, mengayomi tumbuhan lain di sekitarnya.
Seperti kata Ariel, kalian luar biasa..
Komentar (2)
Waah. Makasih. Ini apresiasi luar biasa buat semua yg sdh menulis di Ririungan
Aku yg makasih Kak sudah diajak kesini
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES025 Konsisten
Tidak terasa sudah sebulan lebih aku menulis. Awalnya takut untuk memulai, takut mencoba, takut. Kalau dipikir-pikir takut apa sih, menulis satu diantara ribuan tulisan, masuk ke laman pembaca lain juga belum tentu. Takut apa? Tidak terlalu banyak berpikir kuberanikan diri mencoba menulis, siapa ta…
Sanya45
AES867 Pecah yang Membawa Bahagia
Sudah dua hari ini saya tersenyum-senyum sendiri, saat membaca esai-esai warga Smipa di Ririungan. Eh maksudnya bukan senyum-senyum ga ada penyebabnya ya. Ada banget. Saya bahagia melihat postingan rekan-rekan yang menuliskan esai pertamanya di ruang penulisan ini. Entah sudah berapa ratus warga Sm…

AES 1513 Antara Odading Dan AES
Sudah lama sekali saya tidak makan odading. Odading yang kalau di jawa sana kadang dinamai kue atau roti bantal, mungkin juga ada yang menyebut roti goreng walau seringnya roti goreng itu lebih padat seperti orang Okinawa menyebutnya Andagi. Eniwei, makanan jaman kecil saya ini kadang memang dikang…
joefelus22