AES016: Mental health

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Banyak doktor berkata, bahwa keduanya saling terkait dan saling memberikan dampak. Kalau satu sedang sakit, pasti terasa di yang satunya lagi. Biasanya, penderita Covid harus memiliki mental yang kuat. Karena kalau tidak, pasti akan takut dan kondisi badannya drop. Biarpun mentalnya kuat pun ada kemungkinan untuk meninggal, apalagi kalau tidak kuat. Karena itu, seharusnya manusia berusaha untuk mendapatkan kesehatan mental yang baik.
Dalam keseharian, lumayan banyak peristiwa-peristiwa yang kutemui dimana terdapat suatu 'pengujian' mental seseorang. Mental adalah kekuatan batin dan watak yang tidak bersifat badan ataupun tenaga (KBBI). Bisa berbentuk sikap apapun dalam keadaan apapun. Dalam setiap orang pasti ada sifat dan kata 'malas'. Malas tersebut, akibat kita tidak mau berusaha. Tidak 'mau' bukan berarti tidak 'bisa'. Hanya tidak mau repot-repot saja. Misalnya, malas mengerjakan tugas yang berat. Bisa juga, malas dalam mengerjakan pekerjaan rumah, misalnya merawat kamar sendiri. Mengapa seperti itu? Adalah karena mental. Standar malas kita itu seperti apa sih? Apakah dikit-dikit susah akan berhenti? Apakah karena sudah biasa keluar dari kenyamanan, dan meminimalisir malas tersebut? Itu semua tergantung mental kita, apakah kita ingin berusaha atau tidak mengerjakan sesuatu. Tentu, ada kesulitannya. Tetapi begitu semua telah dihadapi, kesulitannya itu pantas dengan hasilnya.
Malas adalah contoh indikator kesehatan mental yang pertama. Yang kedua contohnya adalah depresi dan stres. Biasanya hal tersebut dialami ketika kita berhadapan dengan masa kesulitan yang luar biasa. Contohnya, baru kehilangan seseorang yang penting dalam hidup. Juga bisa jadi ketika terjadi masalah dalam profesi. Dalam tahap itu, sebagian besar orang tidak bisa berkutik dan hanya menyerah. Itu disebabkan karena kurang kuatnya mental. Dalam kondisi seperti itu, mental kita sedang 'berperang' melawan tekanan, pengaruh luar, energi negatif, bahkan mungkin orang lain, secara tidak langsung.
Karena keadaan mental yang sangat parah, ada saja orang yang tidak menemukan tujuan hidup dan akhirnya meninggalkan dunia ini, dengan cara yang obvious sehingga tidak perlu disebutkan lagi. Itu sebabnya keadaan mental seseorang sangatlah penting. Dengan mental juara, kita bisa berusaha sebaik mungkin. Dengan mental ingin membuktikan sesuatu, pasti akan terbuktikan. Caranya adalah berusaha.
Kebetulan untuk saya sendiri, sudah mulai berusaha mengembangkan mentalku dalam hal-hal simpel sehari-hari, sehingga dapat menulis tulisan seperti ini.
Sekian dari pendapatku, terima kasih.
Komentar (1)
Nice.. jadi ada sakit fisik ada juga sakit mental ya Haegen.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES153: Tapi
Tapi adalah kata yang bersifat pengecualian, perputaran 180 derajat, dan merupakan sedikit kebalikan dari pernyataan sebelumnya. Tapi adalah kata yang sering kita pakai, sebagai alasan, sebagai pengecualian, dan berasal dari sudut pandang berbeda. Misalnya, ada pernyataan seperti ini: Tentara Rusia…

AES033: Panutan
Orang-orang kebanyakan memiliki orang lain di hidupnya, yang menjadi standar dan inspirasi dalam gaya hidupnya. Misalnya, inspirasinya yaitu seorang tokoh aktivis politik. Atau mungkin, vlogger youtube mengenai pola hidup sehat. Apapun itu, sudah pasti ada hal positif yang bisa ditiru dan diterapka…
AES031: Maklum
Memaklumi adalah; untuk mengerti, untuk dipahami, untuk menyatakan toleransi terhadap sesuatu yang telah terjadi, dan dapat dimengerti. Jika ada seseorang yang memaklumi, artinya orang tersebut memahami betul mengenai perasaan atau kondisi yang dialami lawan bicara. Misalnya, memaklumi perasaan ses…

