AES018 Kisah Beli Tamiya KW: Ikhlas Itu Lupa

Cerita terinspirasi dari kisah nyata yang didramatisir menjadi fiksi dan merupakan adaptasi kisah dari Pak Syukri Albani
Sore itu saya membeli mainan mobil rakit versi tiruan dari produk Tamiya. Pedagang menawarkan dengan harga 40 ribu rupiah, saya bayar dengan 50 ribu, kembali 10 ribu. Namun ternyata ketika saya riset ulang, seharusnya harganya 32.500 jika beli di toko online. Mainannya pun ternyata punya kualitas seadanya bahkan warna mobilnya berbeda dengan yang seharusnya. Tapi tenang saja saya sudah ikhlas kok.
Akhirnya saya cerita ke istri bahwa mobil Tamiya KW yang saya beli dengan harga 40 ribu rupiah dibayar dengan 50 ribu dan kembali 10 ribu ini agak sedikit mahal karena seharusnya hanya 32.500 bila beli di toko online. Warnanya pun tidak sama dengan yang seharusnya. Tapi saya yakinkan istri saya, tenang saja saya sudah ikhlas tidak perlu khawatir.
Saya pun memutuskan berbagi cerita ini ke seluruh media sosial yang saya punya, saya tulis di story dan posting-an bahwa saya membeli mobil Tamiya KW dengan harga 40 ribu rupiah, dibayar dengan 50 ribu, kembali 10 ribu yang ternyata agak sedikit mahal karena seharusnya hanya 32.500 bila beli di toko online. Warnanya pun tidak sama dengan yang seharusnya. Tidak lupa saya yakinkan semua followers saya bahwa mereka tidak perlu khawatir karena saya sudah ikhlas.
Teringat hari ini saya belum menulis AES, maka saya putuskan untuk menceritakan hal ini ke rekan kerja saya di Semi Palar. Bapak Ibu dan teman-teman KPB, kemarin sore saya membeli mobil Tamiya KW dengan harga 40 ribu rupiah lalu saya bayar dengan 50 ribu dan kembali 10 ribu yang ternyata agak sedikit mahal karena seharusnya hanya 32.500 kalau beli di toko online. Warnanya pun tidak sama dengan yang seharusnya. Tapi kerabat kerja dan teman-teman semua tidak perlu risau dan ikut khawatir, karena saya sudah ikhlas sepenuh hati.
Saya pun merasa tenang karena sepertinya seluruh dunia tempat saya tinggal sudah tahu kalau saya sudah ikhlas perihal Tamiya KW dengan harga 40 ribu rupiah, dibayar dengan 50 ribu, kembali 10 ribu yang agak sedikit mahal karena seharusnya hanya 32.500 bila beli di toko online dan warnanya pun tidak sesuai dengan yang seharusnya.
Karena sudah tenang dan ikhlas, akhirnya saya putuskan membuka Youtube lalu mengetik nama Bapak Syukri Albani. Munculah video berjudul "Ikhlas Itu Lupa".
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 054 PERSIB: Panem et Circenses (Obat Bius Penguasa)? atau Kultur Perlawanan dan Persatuan Rakyat?
Panem et circenses atau bread and circuses dalam bahasa Inggris sering mengacu kepada istilah politik di mana penguasa menggunakan makanan dan tontonan untuk membius dan menjinakan rakyat agar tidak melawan. Banyak yang menunjuk hiburan modern sebagai salah satunya, di mana rakyat sengaja dibiarkan…
maulrest80
AES 053 Pungli
Judul tulisan ini merupakan kata yang sebetulnya sangat negatif, namun menjadi lumrah di negara kita, khususnya di kalangan yang bekerja di pemerintahan. Bahkan ada sebutan bahwa pungli ini adalah budaya Timur. Saya pun belum menindaklanjuti sebutan ini dengan riset yang lebih dalam. Apakah betul p…
maulrest10
AES 052 God Works in a Mysterious Way: MGMP Guru Bahasa Inggris
Hari Rabu tanggal 29 Oktober, seharusnya saya dan satu rekan guru bahasa Inggris di sekolah mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Cileunyi. Namun Kepala Sekolah memutuskan cukup satu guru saja yang mewakili dan akhirnya guru yang lebih senior lah yang diputuskan berangkat. Wal…
maulrest22