AES02 - Beban dan Tujuan
Beberapa waktu lalu sempat viral di dunia maya tentang seorang influencer yang menyuarakan pilihannya sebagai pasangan suami-istri child free. Pilihannya tersebut menimbulkan kehebohan karena banyak yang pro dan kontra.
Saya jadi kepo dengan isu tersebut dan akhirnya menghantarkan saya ke suatu podcast di youtube, di mana salah satu narasumbernya adalah seorang Ustadz ternama di Indonesia.
Saya tidak akan membahas mengenai child free atau pandangannya dari sisi agama..tapi ada satu hal menarik yang saya dapat dari podcast tersebut yang akan saya tuliskan di sini, yaitu tentang BEBAN.
Ketika seseorang memilih untuk tidak akan pernah memiliki anak, kemungkinan salah satu alasannya adalah dia melihat anak sebagai beban.
Tidak hanya soal anak saja, semua hal yang tidak kita sukai atau tidak kita inginkan bisa menjadi beban.
Kekayaan bisa menjadi beban bagi orang yang tidak ingin kekayaan.
Hidup bisa menjadi beban bagi orang-orang yang tidak menikmati hidup.
Jadi itu semua tergantung dari sudut pandang dan mindset kita.
Beban terasa ketika pemikiran tidak luas.
Seperti misalnya, orang yang terbiasa mengendarai motor menolak untuk membeli mobil karena merasa punya mobil itu akan menambah beban buat dia. Parkir akan menjadi lebih mahal, biaya bensin dan perawatannya pun juga akan lebih mahal.
Atau misalnya orang yang tidak ingin punya rumah besar karena menurut dia rumah besar susah bersihinnya, mahal biaya listrik dan perawatannya.
Tapi, coba kita berpikir lebih luas bahwa dengan memiliki mobil, kita bisa mengakses segala hal yang sebelumnya tidak bisa kita akses. Dengan memiliki rumah yang besar, kita bisa memfasilitasi segala hal yang sebelumnya tidak bisa terfasilitasi.
Jadi, selama kita menganggap mobil itu sebagai beban, maka selama itu pula kita tidak bisa merasakan nikmatnya memiliki mobil sebagaimana yang sudah dirasakan oleh orang-orang yang telah memiliki mobil.
Lalu bagaimana agar suatu hal tidak menjadi beban?
Yaitu dengan menemukan TUJUAN.
Temukan WHY-nya kalau kata para coach dan motivator mah..
Temukan tujuan yang benar-benar penting bagi kita.
Tujuan yang bisa membuat beban tersebut terasa ringan sehingga menjadi suatu hal yang bisa kita tangani.
Tujuan yang membuat kita benar-benar mau berusaha memperolehnya.
Jadi misalnya seperti saya nih, saya ngga suka masak. Karena buat saya itu beban..harus mikirin menu, harus belanja dulu, harus nyiapin bahan-bahan, belum lagi nanti cucian piringnya menumpuk.
Tapi ketika cara berpikirnya diubah menjadi: kalau masak sendiri, saya bisa menentukan menu makanan sehat buat anak-anak.. ada rasa puas dan bangga ketika anak-anak melahap habis makanan buatan saya.. dan bayangkan ketika anak-anak sudah dewasa nanti, mereka memiliki rasa kangen dengan masakan ibunya .
Dengan berpikir seperti itu, bisa membuat semangat untuk masak terus setiap harinya.
Tapi, tapi.. kalau misalnya ada yang berpikir, "aduuh..tetep aku mah ngga mau masak sendiri. Daripada stress. Karena buat aku, kewarasan itu penting"
Ya ngga apa-apa juga..berarti tujuan pentingnya adalah menjaga kewarasan. Lanjutkan saja. Hehe..
Apapun pilihannya, pastikan bahwa pilihan itu adalah pilihan yang baik untuk diri sendiri dan juga orang lain.
Dan kemudian berdoa semoga Tuhan selalu memampukan diri ini memperoleh tujuan baik tersebut.
Selamat menemukan tujuan, teman-teman
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES07 Terima Kasih
Semalam, tukang kebun di rumah menyerahkan satu plastik alpukat. Wah, alhamdulillah..baru panen nih.Jadinya, pagi ini saya menyiapkan sandwich isi alpukat dan telur. Merasa senang dan puas sudah bisa menyiapkan sarapan sehat untuk anak-anak. Yah, setidaknya asupan karbo, protein dan lemak baik terp…

AES06 Introvert dan Extrovert
Suatu hari, ketika anak-anak KPB selesai menyelenggarakan pertunjukan drama musikal Jas Merah, salah seorang orang tua murid Smipa mendatangi saya dan berkata, “Bu, anak-anaknya pada naik panggung semua yaa…” Beliau berkata seperti itu karena memang di pertunjukan itu, anak pertama kami (Alfie) uju…

AES05 - Setelah POT, Terbitlah AES
Setelah POT, terbitlah AES.. hehe.. Meskipun AES ini sedikit terlambat terbit karena setelah POT ada FestLit yang seru sekali, jadilah tulisan ini sedikit tertunda. Tidak apa lah ya..siapa tahu bisa jadi pengingat lagi setelah 1 minggu berlalu POT hari Sabtu, 1 November 2025 kemarin ini sungguh men…
