Atomicessaysmipa

AES02 Gunung, Guru Nu Agung

yantisuryanii7penulis arsip2

Di Sunda, katanya Gunung itu berarti Guru nu agung!

Jika kamu mau belajar tentang kehidupan, maka bergurulah pada gunung, pergi ke gunung, dan lihatlah banyak keajaiban dalam kehidupan lain.

Ada satu Gunung istimewa yang aku tahu, Dia satu gunung yang bisa jadi 4 gunung yang berbeda jika dilihat dari 4 arah yang berbeda pula.

Bagaimana tidak, Jika dilihat dari selatan, bentuknya menjulang tinggi menyerupai perahu yang terbalik.

Jika dilihat dari barat dia sama seperti gunung pada umumnya

Begitupun jika dilihat dari arah timur.

Yang ajaibnya lagi, jika dilihat dari utara, dia seolah tidak ada.

Padahal dia berdiri ditempat yang sama, namun dia terlihat jauh berbeda.

Apakah dia punya 4 wajah? Kurasa tidak, mungkin guru yang ini mengajarkan kita sebuah cara pandang yang berbeda meski kita melihat hal yang sama.

Gunung, Guru nu Agung! Yaaa, saya setuju dengan pernyataan ini.

Dalam kesunyian gunung, saya bisa melihat banyak kehidupan, dapat hidup dengan bebas.

Penuh cinta untuk saling menjaga.

Bagaimana tidak, monyet yang terlihat makan buah-buah dengan geragas nyatanya membantu buah-buah itu untuk dapat tumbuh di tempat lain.

Atau pohon-pohon yang berlumut dan terlihat tua tanpa melakukan apapun, dia menyimpan banyak air untuk banyak kehidupan. Bahkan untuk saya dan kamu!

Gunung juga mengajarkan sebuah proses kehidupan yang selalu berputar, seapa adanya, tak pernah memaksakan keinginan terhadap yang lain hanya untuk kepentingan sendiri. Semua terkumpul dalam ruang yang sama, saling berkaitan namun tak pernah mengikat yang satu dengan yang lain atas nama cinta untuk memiliki.

 

Cinta itu luas dan bebas

Dengan bebas dia terlahir di dalam jiwa

Di dalam jiwamu, di dalam jiwaku, di dalam jiwa kita.

Bersamanya terlahir juga kebaikan-kebaikan, menemani di setiap langkah

 

burung-burung di udara tahu gunung bukan miliknya sendiri, namun milik kupu-kupu, milik ulat, milik cacing, milik pohon-pohon, milik daun, milik bunga, hingga mereka sama-sama menjaga gunung tanpa berusaha memilikinya.

 

Cinta itu luas dan bebas! Sama seperti gunung tangkupan perahu yang terlihat berbeda dari 4 arah yang berbeda, dia luas dengan cinta yang bebas digambarkan dari setiap arahnya.

Jadi apakah cerita tangkupan perahu benar karena perahu yang sangkuriang tendang setelah cintanya di tolak? Ntahlah, kurasa gunung punya cerita tentang cinta kasih yang jauh lebih besar, bukan sebatas kemarahan yang dituangkan dalam sebuah cerita dari selatan

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Atomicessaysmipa

AES39 Dimana?

Ku rasa Ibuku wanita paling hebat sejagat raya! Bagaimana tidak, dia mampu memasak sambil mencuci baju. Dia mampu mengangkat gas dan menggantinya dengan sigap, agar jam makan pagi keluarganya tidak terlewat. Saat dia sakit tapi tetap membuatkan sop ayam penuh kehangatan di meja makan. Saat dia mele…

yantisuryanii750
Atomicessaysmipa

#AES16 Bukan Makanan Biasa

Tentang makan dan makanan. Kita selalu menganggap bahwa makanan yang dibutuhkan diri kita hanyalah makanan yang datang melewati mulut. Atau hanya pada apa yang kita “makan”. Lebih luas dari itu, ada makanan lain yang sangat sering kita lupakan. Makanan dari mata, apa yang kita lihat. Makanan dari t…

matheusaribowo30
Atomicessaysmipa

AE09 Sudut Pandang

Mungkin buat yang jarang berkunjung ke Basecamp KPB jarang melihat pemandangan yang kerap saya lihat. Menurut saya, pojok KPB ini menjadi pojok yang paling menyenangkan. Karena dari pojok ini saya bisa sebagian besar rutinitas warga Smipa. Apalagi ketika corona belum datang, dari pojok KPB ini saya…

melissatuanakotta50