AtomicEssay

AES02 Hidup

novitadm13penulis arsip2

“Apa itu hidup?” "Mengapa kita hidup?" "Bagaimana cara kita bisa tetap hidup aman dan tenang?" "Seperti apa menjalani hidup yang baik?"

Pertanyaan yang terus mengajak merefleksikan kehadiran diri di Bumi ini. Manusia adalah makhluk yang diciptakan Tuhan paling sempurna dan sebaik-baik ciptaan dibandingkan makhluk-makhluk-Nya yang lain. Tak hanya bernyawa, tapi juga dilengkapi akal dan nurani. Yang nyatanya kadang ‘kesempurnaan’ yang diberi Tuhan malah jadi melemahkan kita. Akal pikiran yang seharusnya membuat kita bertumbuh pada kebaikan malah menjerat kita pada hal yang batil. Berusaha menjadi bijak tapi ceroboh dan membuat kacau balau. Hidup bukan hanya soal diri kita sendiri melainkan berbagai hal yang ada di dalamnya. Tentang aku, kamu, kita, dan alam semesta. Kita tidak bisa terpisahkan satu sama lain.  Di zaman yang serba kompetitif seperti saat ini, rasanya kita perlu berdamai dengan diri sendiri. Tidak menjadi yang terbaik tidak apa, asalkan kita sudah memberikan upaya terbaik. Tidak terlihat baik tidak apa, asalkan kita sudah berusaha menebar kebaikan. Tidak bisa membantu tidak apa, asal tidak merugikan. Yakin bahwa Tuhan selalu hadir dalam setiap langkah kita.

Dalam hening, kita bisa menemukan diri kita sendiri. Riuh di luar, mungkin karena riuh di dalam diri. Seperti berbagai kecemasan saat akan memulai hari, sering kali pertanyaan-pertanyaan terbesit, “Apa yang akan terjadi hari ini?” “Apakah yang dilakukan hari ini akan berhasil atau gagal?” “Bagaimana kalau salah langkah?”“Besok gimana? Bulan depan akan seperti apa?” Ya, pertanyaan-pertanyaan yang kadang membuat diri kita terjebak. Ingin mengantisipasi tapi malah terkadang terlalu fokus pada hal-hal yang belum terjadi. Atau saat kita telah melakukan berbagai hal yang sudah dipersiapkan dengan matang namun ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Sering kali menyalahkan diri sendiri, menyalahkan orang lain, atau menyalahkan keadaan. Ibarat mengurai benang kusut, kita perlu jernih melihat dari berbagai sisi. Untuk melihat kejernihan, berdiam diri sejenak. Hening. Tak lama, sampai kita benar-benar merasa tenang dan siap memulai Kembali.  

Sisi dalam dan luar diri, antara being dan doing untuk menjalani anugerah kehidupan dengan baik. Tentu bukan hal yang mudah. Dengan zaman yang selalu berpacu dengan waktu dan serba instan ini kita terus menerus melakukan sesuatu, doing something. Terkadang apa yang kita lakukan adalah untuk orang lain bukan untuk diri kita sendiri. Untuk membahagiakan orang lain, untuk menjalani peran dalam lingkungan bersosial, juga untuk memenuhi kebutuhan fisik - finansial - eksistensi diri bukan berdasarkan apa yang benar-benar kita ingin lakukan. Langkah sederhana yang nyatanya tidak mudah dilakukan untuk menemukan diri kita adalah dengan berhenti sejenak. Ya, dengan hening salah satu cara agar kita terkoneksi dengan diri sendiri, your own true self. Hanya dengan berdiam diri, hening, mengatur napas. Selain itu, kembali mencatat buku harian di usia yang tak muda lagi seperti saat ini juga sangat membantu untuk lebih mengenali diri. Semoga hal tersebut dapat konsisten dilakukan. Bukan hanya bisa tapi juga terbiasa, mencari bukan hanya keluar tapi kedalam diri.

Komentar (1)

Andy Sutioso

Waaah bagus amat tulisannya ka Novi ... suka bacanya. Nuhuun.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES06 Tentang Literasi Diri

Pertemuan Orang Tua - Literasi Diri Manusia itu selalu berubah. Belajar tentang diri merupakan hal penting agar dapat mengenal diri kita, agar tahu cara penyelesaian masalah yang sedang dihadapi. You are what you write. Bener juga ya, kadang kalo lagi random tuh tulisan yang kita tulis jadi random…

Mutiarazahwav62
AtomicEssay

AES196 What & How (WadaW)

"Kita tidak pernah menanamkan apa-apa, kita tidak akan pernah kehilangan apa-apa." Demikian kata Soe Hok Gie, yang bisa diaplikasi dalam fasilitasi. Yang penting ketat di konteks dan kuat di relevansi. Seperti salah satu intepretasi positif dari kutipan tersebut, membimbing itu bukan menyuruh memik…

leoamurist10
AtomicEssay

AES002 Matematika ala Smipa

Tujuh tahun mengikuti perjalanan Semi Palar, saya kerap menemukan hal-hal menarik yang membuat saya merevisi kembali pemahaman saya akan sesuatu. Salah satunya tentang matematika. Dari sewaktu saya sekolah dulu, saya termasuk yang biasa-biasa saja dalam hal matematika. Apalagi pada saat masuk kulia…

braja40