AES020: Kabur

Kabur artinya menghindari dari sesuatu. Berlari menghindari dan menjauh dari sesuatu. Kalau kabur dari ancaman, jelas baik. Tapi kalau kabur dari masalah, tidak baik. Tidak bisa dilakukan juga, karena pada akhirnya akan datang kembali masalahnya. Masalah harus dihadapi supaya selesai, dengan kabur kita tidak menyelesaikannya. Dengan kabur kita hanya menyerahkan tanggung jawab ke orang lain, dengan kabur kita hanya membiarkannya, berasa selesai padahal tidak. Tidak ada yang selesai, yang ada hanya 'tampak' selesai.
Ketika kabur dari masalah, biasanya ada pengalihan. Kalau aku kabur dari tanggung jawab, pengalihannya biasa gadget, kegiatan lain, tiduran mungkin. Pengalihan tersebut memberikan kita kenyamanan, memberikan kita ilusi sementara yang membuat kita merasa puas dengan diri sendiri dan merasa masalah sudah selesai.Tetapi pada akhir hari, hal tersebut harus dihadapi. Masa mengandalkan orang lain untuk membereskan apa hal yang perlu kita kerjakan. Jangan egois. Karena tidak enak pula, akhirnya kita tidak kerjakan. Karena dikerjakannya nanti, ditunda, dianggap beres, maka akhirnya terlantarkan. Nyesal mah belakangan, kalau sudah dikerjakan akan puas dan tidak menyesal untuk tidak kabur.
Padahal, semuanya butuh usaha. Butuh usaha untuk keluar dari zona nyaman, mengerjakannya butuh perjuangan. Hasilnya tidak akan layak, jika pengerjaannya juga tidak layak. Kalau pengerjaannya di-push, hasil pun ter-push. Kalau merasa enak dan nyaman saja, artinya selama ini belum ada usaha. Bahkan kalau sudah berusaha sebelumnya, lama-lama bisa jadi semakin biasa dan semakin nyaman dengan usahanya. Kalau begitu, perlu didorong lagi. Karena zona nyaman bisa berubah. Bisa jadi yang sebelumnya usaha, saat ini menjadi zona nyaman. Dan seterusnya, kita harus terus berusaha dan bergerak untuk tumbuh.
Bukannya kabur yak!
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES239: The Scouting of Earth Hour
Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…
AES238: Move On
Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…
AES237: Diriku yang Berbeda
Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…

