AES022 Investasi

'Ma, akun gopay mama kok ga bisa dipakai?' Aku yang heran lalu menjawab, 'Kenapa memangnya? kok jadi ke gopay? tadi katanya mau cek email?' Ketahuan ada yang diumpetin, ia diam saja. 'Mau bayar apa?' tanyaku lagi? Beberapa hari sebelumnya ia memang sempat memberitahu ada transferan uang yang masuk ke akun gopayku. 'Jangan dipake ya, itu uangku' katanya waktu itu.
Setelah kutanya-tanyai lagi akhirnya dengan sedikit enggan ia menjawab, 'Aku mau beli akun, kan kemarin aku jual akun, trus sekarang aku mau beli akun lagi yang lebih bagus' Aku menarik napas dulu sebelum merespon sembari berpikir, lalu pelan-pelan aku bertanya lagi, 'Mau beli akun game? Yakin? Nominalnya besar lho itu, ga sayang?' Lalu ia menjawab dengan sedikit terpotong-potong, namun akhirnya mulai sedikit bercerita, 'Itu kan investasi juga Ma, nanti akun itu bisa dijual lagi lebih mahal. Kemarin akun yang kujual itu kan punyaku sendiri yang kubuat dari awal. Yang ini akunnya lebih bagus, jadi nanti bisa dijual lagi juga' Aku mendengarkan sembari terheran-heran karena baru tahu kalau akun game bisa dijual dan harganya lumayan. 'Tunggu-tunggu, pikir dulu baik-baik' aku menjawab sembari berpikir keras cara negosiasinya. 'Main game dari nol kan ga ada bebannya Nak, kalau kamu beli akun yang harganya mahal sekarang apa ga nanti jadi beban karena harus kamu mainin terus biar ga turun ratingnya? Mungkin ga malah justru sekarang waktunya kamu off dulu main game-nya?' Ia memandangiku sembari masih menahan chat dengan si penjual akun. Lalu imbuhku lagi, 'Inget loh sekarang udah kelas 9, harus tau fokusnya apa. Coba dipikir dulu pelan-pelan, jangan buru-buru' kataku lagi. Ia lalu diam dan mengetik lagi di telepon genggamnya.
'Aku mikirnya beli akun itu kan investasi juga Ma, nantinya bisa dijual lagi lebih mahal' katanya. 'Tapi kan itu berarti kamu harus main terus biar akunnya bisa jadi makin mahal' jawabku dan terus bertukar pikiran dengannya. Lalu ia berkata, 'Aku juga sempet mikir dan cari tau soal investasi-investasi, sempet liat di youtube juga, bisa beresiko juga' ia bercerita sedikit tidak jelas tapi mulai mengungkapkan hal yang tidak pernah diceritakan dan tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Investasi?, pikirku dalam hati. Sembari masih belum berhasil mengira-ngira apa latar belakangnya aku berbicara lagi, 'Investasi itu ada banyak cara, ada yang di saham, ada yang bentuknya emas batang, Mama belum lama ini juga pernah baca kalau investasi emas LM lagi banyak diminati. Katanya ya, banyak ibu-ibu yang selama pandemi ini jadi bisa merenovasi rumahnya berkat harga emas simpanannya naik, Nak' aku lalu bercerita satu berita aktual yang tak sengaja kubaca di sebuah story seorang teman di Instagram. Kok bisa pas banget yah, pikirku, untung juga ada berita teranyar yang sempat kubaca dan jadi bisa dibahas.
Ia terus mendengarkanku dengan penuh perhatian ketika aku mulai bercerita panjang lebar dan menerangkan hal-hal yang belum ia ketahui. Lalu ia membuka aplikasi Tokopedia di telepon genggamnya, sembari menggeser-geser layar ia berujar, 'Ini Ma, ada nih, cukup uangku buat beli 1 gram, ya udah beliin ini aja'. Katanya lagi, 'Nih disini, ada nih tempat yang udah jual sekian ribu, trusted seller' tambahnya sembari menunjukkannya ke arahku. 'Ya, ya..nanti kita liat-liat lagi, ga perlu sekarang juga toh belinya? Kamu cari-cari tahu lagi aja dulu' kataku sekali lagi mengingatkannya untuk tidak terburu-buru. 'Ya udah ini uangnya buat investasi emas aja, Mama carinya di tempat yang udah banyak dibeli orang ya, jadi aman ga tipu-tipu' katanya lagi lalu mulai beranjak pergi sambil mengetik-ngetik di telepon genggamnya lagi, mungkin sedang membatalkan transaksi dengan si penjual akun.
Aku pun lalu bernapas lega karena anakku tidak jadi beli akun game online seharga 1 gram emas LM. Owalah Nak..Nak...
Coba ya.. bagaimana caranya mengapresiasi usahanya itu tanpa menjadikannya sebagai sebuah pembenaran?
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES107 Konstelasi Bintang
Kemarin adalah kelas ketiga dan yang terakhir dari rangkaian kelas daring tentang Human Design. Semalam, sama seperti dua minggu sebelumnya, aku kembali terbangun tengah malam karena pikiranku yang begitu aktif. Selama tertidur, rupanya pikiranku membawa informasi barunya dan diolah di alam bawah s…

AES106 Berkenalan dengan Human Design
"Ga semua orang bisa jadi inisiator, kecuali dia Manifestor" ujar temanku yang sedang serius mendalami Human Design. "Jadi kita ga bisa paksa anak kita untuk bisa punya inisiatif. Ada yang memang butuh diajak kalau tipenya Projector, bahkan kalau dia Reflector, setelah diajak pun dia perlu waktu 28…

AES105 Ambyar
Ambyar, kurang lebih seperti itu gambaran perasaan seseorang saat ekspektasinya berbenturan dengan realita lalu runtuh berserakan. Kemegahan yang terbangun tanpa sadar ketika membayangkan satu situasi dari luar, sirna seketika... seperti menguapnya mimpi begitu mata mulai terbuka. Frustasi, begitu…
