AES105 Ambyar

Ambyar, kurang lebih seperti itu gambaran perasaan seseorang saat ekspektasinya berbenturan dengan realita lalu runtuh berserakan. Kemegahan yang terbangun tanpa sadar ketika membayangkan satu situasi dari luar, sirna seketika... seperti menguapnya mimpi begitu mata mulai terbuka. Frustasi, begitu kata hati yang kacau. Padahal ambyar dan sirna, tapi rasanya terjepit tembok, terkepung, tak bisa lari kemana. Mencari sebisanya celah-celah untuk mengembus napas amarahnya, agar tak panas dan pengap di sana. Ketika perlahan satu demi satu embusannya kian berwujud, kian merangkai kata-kata yang bisa dimengertinya sendiri, barulah bisa ia menarik napas panjangnya. Serupa menghamburkan ke luar segala kepingan-kepingan berantakannya, satu persatu ilusinya tersingkirkan, ruangnya pun kembali kosong. Tarikan napasnya menghadirkan satu demi satu kenyataan. Ia mulai bisa mendengarkan, ruangan itu perlahan melonggar menjadikan gema bagi suara-suara. Suara yang datang bukan dari dirinya. Kata-kata bersahaja yang menegurkan sekalian meluaskan pandangan. Ia tau api tak boleh disiram air kala berkobar menyala, karena itu berarti memusnahkan dirinya. Ia tau ia butuh menyingkir, agar percikannya tak melukai sesamanya. Ia tau sepoi angin adalah teman menunggu waktu keredaan baranya maka di situ lah ia berada. Tak perlu memburunya, cukup jadi semilir menyejukkan yang membuatnya tanpa sadar ingin menarik napas panjang lagi.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES107 Konstelasi Bintang
Kemarin adalah kelas ketiga dan yang terakhir dari rangkaian kelas daring tentang Human Design. Semalam, sama seperti dua minggu sebelumnya, aku kembali terbangun tengah malam karena pikiranku yang begitu aktif. Selama tertidur, rupanya pikiranku membawa informasi barunya dan diolah di alam bawah s…

AES106 Berkenalan dengan Human Design
"Ga semua orang bisa jadi inisiator, kecuali dia Manifestor" ujar temanku yang sedang serius mendalami Human Design. "Jadi kita ga bisa paksa anak kita untuk bisa punya inisiatif. Ada yang memang butuh diajak kalau tipenya Projector, bahkan kalau dia Reflector, setelah diajak pun dia perlu waktu 28…

AES104 Kata Tanpa Makna
Sebentuk kegelisahan membawaku ke sini. Seperti pengembara yang ingin pulang, aku terdorong menuju ruang ini. Seperti awan menggantung di kepala, kilasan ulang peristiwa, barisan kata yang tergiang berkumpul layaknya mendung. Seolah berebut saling mencocokkan diri, kepingan demi kepingan beradu, di…
