AtomicEssay

AES024: Interaksi dan Asistensi

haegenquinstonpenulis arsip2

Dalam 1 minggu belakangan ini, proyek mandiri yang kujalani berjalan mulus. Hal-hal yang kujalani adalah riset, komunikasi dengan mentor dan kakak, dan membuat rencana tambahan. Aku sendiri sebenarnya mau beberapa kali membuat perencanaan, tapi belum menemukan titik tengah dalam perencanaannya. Sehingga belum kebayang sepenuhnya rencana seperti apa. Hal yang menyebabkannya adalah; mungkin ekspektasiku mengenai proyek ini masih belum menemukan kecocokan dengan realita. Karena itu, aku sendiri juga belum menemukan jawaban yang logis.

Dalam hal riset, aku sendiri sudah lumayan banyak progressnya. Dari semua segi sudah aku riset. Yaitu, teknik bermain basket; publikasi video; konten. Namun, aku rasa hasil risetku itu bisa lebih mendetail dan maksimal lagi dalam beberaps hari ke depan, sehingga lebih serius. Selain mengontak, bahkan aku sendiri juga sering keep in touch dan berinteraksi dengan beliau melalui chat.

Dalam hal mengontak dan berinteraksi secara daring, aku melakukan 4 interaksi. Yang pertama ke mentor videoku (Alfred) dan beliau sudah menerima menjadi mentor. Kebetulan beliau kerja full-timer di bidang multi media, karena itu secara tidak langsung aku bisa memetik pengalaman yang banyak, dan aku juga berasumsi bahwa beliau memiliki waktu luang pada saat tertentu (tergantung permintaan kerjaannya). 

Mentor yang kedua, yaitu mentor bidang basket (pelatih Andre Yuwadi) tidak membalas pesanku, hanya di-left di read. Sudah 1 minggu, jadi sudah saatnya move-on ke mentor lain. 

Aku juga mengontak Kak Tema, karena beliau sering berkegiatan bersama komunitas basket-nya yang ada sejak dia masa Sma. Siapa tau beliau punya informasi yang bagus, entah aku akan gabung dengan komunitas beliau atau yang lain. Harapanku sih, untuk menemukan komunitas yang cocok dengan situasi proyekku saat ini.

Yang terakhir, senin lalu aku berasistensi dengan Kakak. Sejak asistensi tersebut, aku progressnya lumayan cepat sekaligus lambat. Lambat dalam artian: poin-poin yang diekspektasikan dan perlu dibuat lumayan banyak, mungkin minggu depan baru asistensi kembali.

Yang kupelajari dari interaksi ini, yaitu bahwa interaksi sendiri dengan orang lain menurutku sangat penting. Di luar kebutuhan, kita sendiri dapat mengetahui keseharian dan kehidupan seseorang, saling berbagi. Daripada kaku diam tidak ngapa-ngapain (aku dulu), lebih baik membuka diri ke orang lain, membuka ruang, menjalin dan mempertahankan hubungan. Toh terutama teman sendiri, jauh lebih enak kalau kita sendiri menjaga hubungan daripada membiarkannya tertinggal dan larut. Tidak ada kata terlambat, tidak ada salahnya pula untuk berinteraksi dan mengobrol, seremeh apapun juga bisa.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES239: The Scouting of Earth Hour

Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES238: Move On

Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES237: Diriku yang Berbeda

Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…

haegenquinston20