AES024 Rahasia Dapur

Malam ini aku mengikuti pertemuan daring untuk membahas sebuah kegiatan yang akan dilaksanakan minggu depan, atas ajakan seorang teman. Dari obrolan pada pertemuan itu, muncul banyak detil yang selama ini tidak kusadari karena biasanya aku hanya menjadi peserta yang tau beres saja. Padahal, di balik suksesnya suatu kegiatan, panitia sampai jungkir balik mempersiapkannya.
Lalu, aku teringat proses rapotan yang saat ini sedang dilakukan Kakak-kakak di Smipa. Biasanya kami 'hanya' menerima Buku Cahaya Bintangku itu di akhir semester, membacanya, dan memberikan respons. Meskipun tahu bahwa proses penyusunannya sudah dimulai beberapa bulan sebelum hari pembagian rapor tiba, kami tidak pernah ikut merasakan bagaimana riweuh-nya menuliskan laporan ala Smipa itu. Namun, sejak pandemi orang tua diminta menceritakan juga proses belajar anak-anak di rumah. Bukan hal yang mudah, karena membutuhkan kejelian untuk menuangkan kegiatan anak sehari-hari ke dalam pencatatan yang terinci. Sedikit-banyak kami ikut kecipratan rasanya menjadi Kakak Kelas, menjadi bagian dari proses pembuatan Buku Cahaya Bintangku. Bedanya, kami hanya mengamati satu (atau beberapa) anak, sedangkan Kakak mengamati seluruh kelas beserta dinamikanya.
Seperti halnya juga saat makan di rumah makan. Kita tinggal menyantap makanan yang terhidang, tanpa mengetahui segala kerepotan di belakangnya. Padahal, sebelum sampai di meja makan, proses yang dilalui makanan itu sangatlah panjang serta melibatkan banyak orang. Mulai dari saat sayuran ditanam dan hewan dipelihara, dipupuk serta diberi makan, kemudian dipanen dan dipotong, dibersihkan, diolah, diramu dengan berbagai bahan lainnya, dan dihidangkan. Semua yang tampak di depan kita hanyalah bagian kecil di ujung sebuah perjalanan panjang.
Ya, kadang kita perlu mengintip rahasia dapur dari sebuah proses; bukan karena kepo, tapi supaya kita bisa lebih menghargai hal-hal yang kita anggap 'sudah seharusnya'.
–––––
(Semangat untuk Kakak-kakak yang sedang menyelesaikan rapor anak-anak! Terima kasih sudah berbagi sedikit rahasia dapur, membuat aku makin menyadari bahwa menyusun rapor memerlukan keluasan hati juga, di samping ingatan yang baik. )
Komentar (2)
Terima kasih banyak Mega untuk catatan apresiasinya. Akan saya sampaikan ke kakak-kakak.
Sama2, kak Andy. Selamat berhari Minggu.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES053 Learn, Unlearn, Relearn (3)
Akhir 2024 kemarin aku berkesempatan naik kereta jarak jauh, Bandung - Malang, selama 13 jam. Ini kali pertama setelah lebih dari 20 tahun lalu aku tidak pernah berkendara selama itu menggunakan kereta api. Tentu, banyak sekali perubahan yang kurasakan. Kulihat, KAI banyak berbenah diri. Gerbong ke…
Mega23
AES052 Sebuah Perjumpaan pada Sebuah Musim
Bulan Januari. Hujan masih sering turun, meskipun tidak sekerap bulan November dan Desember kemarin. Buah rambutan mulai sering terlihat tergantung di kios-kios buah di tepi jalan. Aku jadi teringat, di suatu sore kira-kira dua bulan lalu, saat aku sedang mengupas buah mangga, tiba-tiba sebersit ra…
Mega30
AES051 Melipir
Sudah satu minggu aku berhenti menulis. Eh, bukan berhenti, tapi 'terhenti', kata kak Andy. Tidak apa-apa terhenti, tapi jangan berhenti. Terhenti hanya sementara, seperti saat kita mengemudi lalu tiba-tiba lampu lalu lintas berubah merah. Kita terhenti sebentar, lalu melaju lagi menuju tempat tuju…
Mega00