AtomicEssay

AES026 Luka

yulitjahyadipenulis arsip2

Entah mengapa kata 'ketidaknyamanan' terasa menggantung terus di kepalaku. Rasanya bukan karena aku sedang tidak nyaman, meski aku baru usai berkisah tentang ketidaknyamanan di masa lalu. 

Keyakinan bahwa aku telah selesai dengan ketidaknyamanan itu justru karena kesanggupanku menceritakannya tanpa emosi apapun yang muncul menyertai.

Ketidaknyamanan itu serupa luka, dan respon otomatis kita seringkali lalu menutupnya dengan perban dan berharap agar ketidaknyamanan itu segera berlalu.

Di suatu waktu lalu, aku pernah mendapati bahwa hati yang semestinya hangat dan lembut berubah menjadi keras dan bertameng oleh tumpukan lilitan perban. Setiap luka yang tergores dan terbalut, seolah ditimpa lagi dengan luka baru dan dibalut lagi dan begitu seterusnya. 

Tibanya kesadaran itulah yang akhirnya menginisiasi lepasnya perban itu satu persatu, dan di saat itu rasa ketidaknyamanan kembali hadir. Serupa membuka perban luka di tubuh, ada rasa perih yang muncul kembali dan mengabarkan bahwa luka itu butuh perawatan dan bukan sekedar ditutup perban saja. 

Saat menuliskan tentang ketidaknyamanan ini, aku jadi tahu bahwa yang kukira luka baru di atas luka lama itu sesungguhnya bisa jadi adalah rasa perih dari luka yang sama. 

Keberhasilan untuk melihat makna di balik keberadaan luka kiranya adalah kesembuhan yang sesungguhnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES107 Konstelasi Bintang

Kemarin adalah kelas ketiga dan yang terakhir dari rangkaian kelas daring tentang Human Design. Semalam, sama seperti dua minggu sebelumnya, aku kembali terbangun tengah malam karena pikiranku yang begitu aktif. Selama tertidur, rupanya pikiranku membawa informasi barunya dan diolah di alam bawah s…

yulitjahyadi71
AtomicEssay

AES106 Berkenalan dengan Human Design

"Ga semua orang bisa jadi inisiator, kecuali dia Manifestor" ujar temanku yang sedang serius mendalami Human Design. "Jadi kita ga bisa paksa anak kita untuk bisa punya inisiatif. Ada yang memang butuh diajak kalau tipenya Projector, bahkan kalau dia Reflector, setelah diajak pun dia perlu waktu 28…

yulitjahyadi62
AtomicEssay

AES105 Ambyar

Ambyar, kurang lebih seperti itu gambaran perasaan seseorang saat ekspektasinya berbenturan dengan realita lalu runtuh berserakan. Kemegahan yang terbangun tanpa sadar ketika membayangkan satu situasi dari luar, sirna seketika... seperti menguapnya mimpi begitu mata mulai terbuka. Frustasi, begitu…

yulitjahyadi40