AES026 Menunggu

Haha... Akhirnya setelah vakum beberapa bulan, aku menulis lagi di laman AES ini karena sebuah aktivitas yang membuat waktu seolah berjalan sangat lambat. Ya, menunggu! Menunggu si sulung yang memulai kelas merajutnya hari ini, sementara si bungsu entah sudah menghilang ke mana.
Rasanya deja vu. Berpuluh-puluh bulan lalu pernah kurasakan suasana seperti ini. Setiap hari Jumat pukul dua siang, Kakak-kakak datang dari berbagai penjuru sekolah, menuju area SMP. Beberapa membawa buku catatan, beberapa menenteng laptop. Juga botol air minum yang telah terisi penuh dan termos yang (mungkin) berisi kopi. Kala itu, tiap Jumat siang aku sering berada di sini setelah bubaran klab tari. Mendengar sapa para kakak yang melewati tempat duduk di depan kantin. Dan hari ini, peristiwa itu terulang lagi. Ada perasaan berbeda yang menemaniku kali ini.
Hanya ada bunyi rintik hujan yang jatuh di atas kanopi dengan latar belakang suara orang-orang yang sayup terdengar dari gedung olahraga sebelah. Sudah beberapa hari ini hujan mengabsen pada siang hari. Kadang hanya berupa rinai seperti siang ini, kadang deras, bahkan kadang disertai angin kencang dan petir yang menggelegar.
Aku suka ambiens siang ini. Tenang... hening... Berirama.. Sungguh kontras dengan suasana sehari-hari saat jam pulang sekolah. Menunggu pun bisa menjadi begitu indah. Dan rasa damai serta haru seolah menyapa, menghangatkan hati. Syahdu!
Dunia sudah kembali. Selamat datang, new normal!
Komentar (4)
Selamat datang kembali Mega. Terima kasih atas tulisannya. Iya betul - dunia sudah kembali, detak kehidupan terasa lagi.
Terima kasih kembali, kak.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES053 Learn, Unlearn, Relearn (3)
Akhir 2024 kemarin aku berkesempatan naik kereta jarak jauh, Bandung - Malang, selama 13 jam. Ini kali pertama setelah lebih dari 20 tahun lalu aku tidak pernah berkendara selama itu menggunakan kereta api. Tentu, banyak sekali perubahan yang kurasakan. Kulihat, KAI banyak berbenah diri. Gerbong ke…
Mega23
AES052 Sebuah Perjumpaan pada Sebuah Musim
Bulan Januari. Hujan masih sering turun, meskipun tidak sekerap bulan November dan Desember kemarin. Buah rambutan mulai sering terlihat tergantung di kios-kios buah di tepi jalan. Aku jadi teringat, di suatu sore kira-kira dua bulan lalu, saat aku sedang mengupas buah mangga, tiba-tiba sebersit ra…
Mega30
AES051 Melipir
Sudah satu minggu aku berhenti menulis. Eh, bukan berhenti, tapi 'terhenti', kata kak Andy. Tidak apa-apa terhenti, tapi jangan berhenti. Terhenti hanya sementara, seperti saat kita mengemudi lalu tiba-tiba lampu lalu lintas berubah merah. Kita terhenti sebentar, lalu melaju lagi menuju tempat tuju…
Mega00
