AtomicEssay

AES026 Musik

carloslospenulis arsip2

Saya baru saja selesai membaca majalah The Rolling Stones edisi 2009 tentang "150 Lagu Terbaik Sepanjang Masa." Hal itu memicu rasa penasaran dan antusiasme di dalam diri saya untuk menyusun daftar pribadi 100 lagu terbaik versi saya sendiri. Saat saya mulai menyusun daftar itu, saya merenung sejenak tentang bagaimana musik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Tak hanya sebagai hiburan, musik telah menjadi budaya yang mengisi ruang-ruang kosong dalam keseharian kita bahkan menjadi "wajib" untuk didengarkan setiap hari.

Seiring berjalannya waktu, musik berubah dari sekadar seni menjadi medium ekspresi yang sangat kuat. Setiap orang memiliki genre favorit atau lagu-lagu khusus yang mereka putar di pagi hari, saat bekerja, atau ketika ingin bersantai. Musik membentuk suasana, memperbaiki mood, dan kadang-kadang membawa kita kembali pada kenangan yang pernah terlupakan. Tidak peduli di mana kita berada di perjalanan, bekerja, atau beristirahat di rumah. Musik selalu menjadi teman setia yang melengkapi momen-momen tersebut. 

Ketika saya mencoba menyusun daftar 100 lagu terbaik versi saya, saya sadar bahwa tidak mudah. Setiap lagu yang masuk dalam daftar itu bukan hanya karena nada atau lirik yang indah, tetapi karena cerita di baliknya pengalaman dan emosi yang terkait dengan momen ketika saya mendengarnya. Musik adalah semacam "mesin waktu" pribadi yang dapat membawa kita kembali ke masa-masa indah atau membantu melewati saat-saat sulit. Dari Slank hingga Hivi, setiap band dan musisi menciptakan jejak emosional dalam hidup.

Lebih dari itu, musik tidak hanya menyentuh individu tetapi juga komunitas. Lihat saja bagaimana festival musik menarik ribuan orang, bagaimana sebuah konser bisa menghubungkan orang dari berbagai latar belakang untuk bersama-sama menikmati karya seni yang sama. Musik adalah bahasa universal yang menghubungkan manusia tanpa memandang batas-batas bahasa dan budaya. Bagi banyak orang, musik adalah bentuk kebebasan yang membuat mereka merasa hidup. 

Pada akhirnya saat menyusun daftar 100 lagu terbaik versi saya, saya semakin memahami mengapa musik begitu penting dalam kehidupan sehari-hari. Musik bukan hanya hiburan, ia adalah budaya yang kita resapi setiap hari sebuah ritual yang kita lakukan tanpa sadar namun memberikan dampak besar pada keseharian kita. Entah disadari atau tidak, mendengarkan musik telah menjadi bagian dari identitas kita sebuah budaya yang wajib dinikmati untuk memberi warna pada hidup kita setiap harinya.

inilah link google sheets 100 lagu terbaik versi saya 100 lagu terbaik

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES881 The Living Years : Bicara Lintas Generasi

Karena sedang banyak membicarakan tentang generasi, saya ingin menempatkan lagu ini di Ririungan. Lagu lawas yang dibawakan oleh grup musik Mike & The Mechanics. Judulnya The Living Years. Lagu yang masih kerap saya putar di playlist saya. Beberapa waktu lalu di tengah kemacetan lalu lintas, la…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES 20 "Nak, Ini Gitar yang Sama"

"Ibun, fotoin aku dong. Aku juga mau bikin puisi lagu." Nak, ini gitar yang sama. Yang kubeli jauh sebelum kau lahir. Ketika aku menabung setahun lamanya, di usia 14 tahun. Pulang-pergi naik bis Metromini jurusan Ciledug-Blok M. Jalan menelusuri terminal, masuk ke Gunung Agung. Membawa gitar dalam…

ratrikendra62
AtomicEssay

AES817 I Guess I just Feel Like

I'ts been awhile since I write something about music. I guess this is one of them then. A lyric that really resonated with what I was feeling lately... Somehow a song from John Mayer just clicked as I hear him sing the lyric bellow. This is from his song entitled I Guess I Just Feel Like. Heard thi…

Andy Sutioso00