AES027 - semua adalah kesatuan

Kadang aku duduk di rumput, memandang langit, menikmati sepoi angin yang mengangkat rambutku. Dan muncullah perasaan itu, perasaan overwhelming tetapi menenangkan, bahwa semua ini adalah kesatuan.
~
Teori partisipasi, atau partisipasi secara umum, adalah hal yang vital. Partisipasi bisa didefinisikan sebagai keterlibatan [1], kemampuan mengambil keputusan [2], berperan serta [3]. Definisi yang paling representatif menurutku: keterlibatan mental dan emosional, yang mendorong seseorang untuk berbagi tugas dan mencapai tujuan [4]. Semua definisi ini sangat dibutuhkan dalam kerja kelompok — dan, sebenarnya, di manapun!
Selasa kemarin di Balai Kota, aku menemukan peringatan lucu tertempel di gerbang: DILARANG BEKERJA SEORANG DIRI. Dicetak sederhana di atas kertas A4, tintanya sudah memudar terpapar mentari. Sedari dulu, sampai sekarang, kerjasama selalu sulit bagiku. Partisipasiku sudah bisa cukup aktif. Tapi apakah aku mengajak orang lain ikut berpartisipasi? Tidak, aku malas repot-repot. Aku cenderung mempergunakan tugas kelompok sebagai jalan membuktikan diri. Padahal semua ini adalah kesatuan. Tak bisa terus "kerja seorang diri". Semua harus ikut maju.
Di film yang tadi kami tonton, tokoh utamanya merelakan apapun demi menjemput temannya. Mereka berangkat bersama, dia ingin pulang bersama. Kalau aku ada dalam situasi itu, sepertinya, sejujurnya, aku tidak akan seheroik itu. Ego dalam diriku belum bisa merelakan.
Kadang aku duduk di bawah langit malam, berkeluh kesah tentang ini-itu. Kupikir semua tidak adil. Tapi apakah ada yang tidak adil? Bukannya semua dirancang agar seimbang? Benar, semua ini adalah kesatuan, bukan?
[1] https://binus.ac.id/entrepreneur/2021/07/12/teori-partisipasi/?utm_source=binustoday&utm_campaign=binustodayarticleview
[2] Claridge, T., 2004. Designing social capital sensitive participation methodologies. Report, Social Capital Research, Brisbane, Australia. Diakses dari www.socialcapitalresearch.com/designing-social-capital-sensitive-participation-methodologies/participation-theory-literature-review-summary/amp/
[3] https://kbbi.web.id/partisipasi.html
[4] Newstrom, J., & Davis, K. (2007). Organizational Behavior: Human Behavior at Work. New Delhi: McGraw-Hill
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES130 - MPLS 3: Mulai
Pagi-pagi kami Jabawaskita, pertama kali setelah sekian lama. Lalu kami lanjut ke kelas, mendengarkan penjelasan dari Kak Gina tentang sistem KPB: adaptif, otonom, bermanfaat, hal-hal yang sudah sering kami dapatkan di kelas-kelas sebelumnya. Ada juga daftar kualitas-kualitas yang ditargetkan untuk…

AES129 - MPLS Day 2: Konstan
Pagi ini kami berkumpul di basecamp. Banyak sekali yang telat datang. Tapi, ketika semua terkumpul, ruangan kelas terasa lebih penuh dibanding tahun lalu. Kami dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing dengan satu anak K10, untuk mendiskusikan makna KPB bagi kami. Kami diberi waktu 45 menit, tapi…

AES128 - MPLS 1: Mengapresiasi KPB
Aku sampai di Smipa pagi-pagi sebelum jam tujuh, berhalo-halo dengan beberapa orangtua dan anak kelas enam. Belum ada teman sekelasku yang datang. Aku menunggu dan mereka mulai muncul satu persatu. Hari pertama sekolah dibuka dengan upacara. Selepasnya, kami pergi ke kelas untuk mendengarkan penjel…
