Ara Djatipenulis arsip — belum menautkan akun Jejaring

132 tulisan

Tulisan

AtomicEssay

AES130 - MPLS 3: Mulai

Pagi-pagi kami Jabawaskita, pertama kali setelah sekian lama. Lalu kami lanjut ke kelas, mendengarkan penjelasan dari Kak Gina tentang sistem KPB: adaptif, otonom, bermanfaat, hal-hal yang sudah sering kami dapatkan di kelas-kelas sebelumnya. Ada juga daftar kualitas-kualitas yang ditargetkan untuk…

Ara Djati10
AtomicEssay

AES129 - MPLS Day 2: Konstan

Pagi ini kami berkumpul di basecamp. Banyak sekali yang telat datang. Tapi, ketika semua terkumpul, ruangan kelas terasa lebih penuh dibanding tahun lalu. Kami dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing dengan satu anak K10, untuk mendiskusikan makna KPB bagi kami. Kami diberi waktu 45 menit, tapi…

Ara Djati00
AtomicEssay

AES128 - MPLS 1: Mengapresiasi KPB

Aku sampai di Smipa pagi-pagi sebelum jam tujuh, berhalo-halo dengan beberapa orangtua dan anak kelas enam. Belum ada teman sekelasku yang datang. Aku menunggu dan mereka mulai muncul satu persatu. Hari pertama sekolah dibuka dengan upacara. Selepasnya, kami pergi ke kelas untuk mendengarkan penjel…

Ara Djati10
AtomicEssay

AES127 - Kapan-kapan

Tidak terasa hanya seminggu kurang tersisa dari waktu kami di sini. Tiap hari rasanya ada kerjaan ide baru yang muncul, yang kapan-kapan akan dikerjakan. Aku belum menyelesaikan keranjang anyamanku. Aku perlu minta diajari Pak Yadi atau Bu Ud cara membakar dan menuntaskannya. Aku ingin membawanya p…

Ara Djati10
AtomicEssay

AES126 - Menganyam

Di hari-hari awal kami tiba di Ngadiprono, kami lewat di depan rumah berpintu biru dengan seorang bapak dan ibu sedang duduk menganyam keranjang. Aku sangat tertarik melihatnya. Tapi, waktu itu, kami masih malu-malu. Sore hari, di saat eksplorasi bebas, aku melihat bapak itu sedang duduk menganyam.…

Ara Djati21
AtomicEssay

AES125 - Revitalisasi yang Sesungguhnya

Mas Yudhi datang menjemput kami naik mobil, jam dua kurang sore kemarin. Sepanjang perjalanan, dia bercerita tentang Spedagi dan ogoh-ogoh yang ada di samping jalan dan tentang Pak Singgih. Dia bercerita tentang bagaimana Pak Singgih terus-menerus mencoba membuat prototipe sepeda bambu, meski gagal…

Ara Djati62
AtomicEssay

AES124 - Mengenai Sampah

Sudah dua minggu penjelajahan, mengurus rumah dan membagi tugas antara kami berenam saja. Mulai terlihat betapa segala hal yang kami lakukan ada dampaknya. Harus rajin mencuci baju, kalau tidak akan repot mencari tempat di jemuran. Senang sekali rasanya lihat banyak jemuran kering. Harus segera man…

Ara Djati51
AtomicEssay

AES123 - Menghidupkan Pranoto Mongso

Waktu aku membuat proyekku di semester lalu tentang kalender dan persepsi waktu, aku sedikit-sedikit mendengar tentang Pranoto Mongso, sistem perhitungan kalender tani di Jawa. Bagan yang kutemukan di internet berbentuk layangan jungkir balik dengan bulatan di tengah. Waktu itu, aku tidak mempelaja…

Ara Djati33
AtomicEssay

AES122 - Privilese Untuk Melambat

Ketika kami ke tempat Mbak Siska, dia bercerita banyak sekali soal proses di balik Pasar Papringan dan soal kehidupan di kampung. Katanya, yang namanya "slow living" itu hanya bisa dinikmati oleh orang-orang berprivilese. Kenyataannya, di desa, orang-orang sibuk. Mereka bangun subuh dan tidur malam…

Ara Djati73
AtomicEssay

AES121 - Bukan Universitas

Tanggal 10 Mei, selepas gereja dan makan siang, kami pergi ke Universitas Balakarta di Salamsari, di sebelah selatan Ngadiprono. Universitas Balakarta bukan universitas. Dia adalah inisiatif gagasan Mas Atfi utnuk meningkatkan akses literasi dan diskusi di Temanggung. Mereka sudah ada sejak beberap…

Ara Djati22
AtomicEssay

AES120 - Pak Ferri

Karena letak Dusun Ngadiprono yang terpencil dan terpojok, sulit bagi kami untuk ke mana-mana. Akses keluar-masuk hanya ada satu, di Barat (orang-orang di sini, termasuk anak kecil, menariknya menggunakan arah mata angin sebagai petunjuk). Semua motor warga, tukang sayur keliling, bis pariwisata, h…

Ara Djati20
AtomicEssay

AES119 - Pojokan

Bangunan-bangunan di kota Temanggung terlihat seperti terjebak dalam waktu. Toko swalayan, rumah-rumah besar dengan lapangan luas dan tirai bambu dan lampu gantung, kayu ukir di ambang pintu. Kami berjalan siang-siang pulang dari gereja ke titik kumpul kelas di Tomoro. Angin sepoi-sepoi dan dedauna…

Ara Djati33