AtomicEssay

AES028 Antara Kucing, FestLit, dan Merica

Megapenulis arsip2

Festbuk akan hadir kembali, yeay! Itu yang disampaikan Kak Ine di awal tahun ini. Lalu segala persiapan dilakukan untuk perhelatan itu, dimulai dengan rapat perdana pada 16 Januari 2023. Supaya aura literasi selaras tema TP ini semakin kental, Kak Andy mengusulkan nama baru: Festival Literasi, dengan akronim FestLit. Logo baru pun dibuat dan seperti biasa kami meminta bantuan Bram, desainer grafis andalan Smipa.

Persiapan selama enam minggu tak terasa, karena terpotong kesibukan Taki-Taki awal semester. Kemudian, seolah berpacu dengan waktu, tahu-tahu FestLit sudah di depan mata. Kesibukan memuncak di minggu terakhir menjelang kegiatan itu. Buku-buku untuk Situbucang sudah melewati angka seribu dan buku untuk dijual di bursa internal juga sudah mencapai angka di atas dua ratus. Senang, tentu saja. Terbayang puluhan pasang mata kecil yang berbinar melihat buku warna-warni berserakan di lantai seolah memanggil pemilik barunya.

Namun, di antara semua perasaan senang, tak sabar, deg-degan akan cuaca di hari besar itu, muncul cerita yang kurang menyenangkan. Dus berisi buku untuk Situbucang di balado dikencingi –uups–  kucing! Waduuuh… si Pus sudah merambah gudang penyimpanan buku-buku untuk FestLit rupanya. Jangan-jangan ia datang untuk mencari buku James Heriot, ingin membaca kisah tentang teman-temannya di belahan lain bumi ini, di antara dus-dus penuh berisi buku itu, hahaha… Untungnya, buku di dalam dus masih aman. Tapi kami khawatir kalau-kalau mereka (iya mereka, karena ada beberapa ekor kucing yang berkeliaran di area Smipa) kembali lagi dan melepas hajatnya di sana. Akhirnya, dua hari sebelum FestLit aku dan Aileen mencoba menaburkan bubuk merica di sekitar dus-dus buku itu, berharap mereka menjauh karena tidak tahan mencium bau pedasnya. Ritual ini kami ulangi keesokan harinya. Apakah efektif? Entahlah, yang pasti sampai hari H tiba, buku-buku untuk FestLit aman dan kami tidak menemukan lagi jejak pulau di sekitar dus penyimpanan buku.

Dan hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Di antara derai hujan yang setia menemani, di antara binar mata dan gelak tawa anak-anak yang kesenangan mendapat buku ‘baru’, di antara senyum kepuasan para panitia, terbersit rasa syukur yang mendalam. Terima kasih Semesta, Festival Literasi pertama pasca pandemi berjalan lancar. Sampai jumpa di semester depan!

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES030 Situbucang: Pesta Tanpa Balon

Salah satu kegiatan yang banyak dinantikan oleh orangtua dan anak-anak di Smipa dalam rangkaian acara FestLit adalah Situbucang. Anak-anak akan berpesta pora, mendapat banyak buku bacaan baru dan orangtua merasa senang karena buku yang sudah tidak terbaca di rumah bisa berputar tanpa merogoh kocek.…

Mega42
AtomicEssay

AES029 Melepaskan Kenangan, Tak Semudah Melepaskan Mantan

FestLit akan datang. Tak sabar rasanya menunggu event itu selama tiga tahun lebih. Festbuk terakhir diadakan pada bulan November 2019. Waktu tiga warsa yang berlalu dalam sekejap mata. Buku-buku di rumah semakin banyak memenuhi rak-rak yang ada, dan sebagian disimpan dalam kontainer. Meskipun sudah…

Mega10
AtomicEssay

AES12 Kemeriahan Festival Literasi

Masih tentang kemeriahan Festival Literasi. Mau sedikit berbagi tentang keseruan di hari keduanya. Ya, hari pertama penuh dengan suka cita menyambut dongeng dan loka karya bersama para narasumber. Jumat lalu, masih sama langit mendung dan hujan yang turun mulai gerimis hingga hujan cukup lebat. Jab…

novitadm1320