AES030 Situbucang: Pesta Tanpa Balon

Salah satu kegiatan yang banyak dinantikan oleh orangtua dan anak-anak di Smipa dalam rangkaian acara FestLit adalah Situbucang. Anak-anak akan berpesta pora, mendapat banyak buku bacaan baru dan orangtua merasa senang karena buku yang sudah tidak terbaca di rumah bisa berputar tanpa merogoh kocek.
Hal yang paling menyenangkan bagi anak-anak saat Situbucang tentu saja saat mengincar buku yang disuka, lalu beradu cepat dengan teman-temannya untuk ‘mendapatkan’ buku itu. Saat itulah mereka merasa merdeka memilih buku apa saja sesuai keinginan mereka dari tumpukan yang terhampar di depan mata. Tanpa intervensi orangtua, yang biasa mengerutkan kening saat mereka memilih buku di toko buku, kemudian melontarkan sederet pertanyaan mengapa memilih buku itu, dan berakhir dengan menyodorkan buku lain sebagai alternatif. Hahaha… relate banget, ya?
Ya, itulah kesenangan kecil yang bisa kita persembahkan untuk anak-anak ini, menyingkirkan ego sebagai orangtua yang kadang merasa paling tahu hal terbaik untuk anak-anak, termasuk memilihkan buku bacaan untuk mereka. Mungkin buku yang mereka pilih saat Situbucang bukanlah buku-buku kaya gizi seperti yang kita beli dengan melihat rating pada Goodreads sebelumnya, bukan buku-buku living books yang digadang-gadang menumbuhkan karakter baik pada anak, dan tentu saja bukan buku yang menjadi bagian dari nostalgia zaman kita kecil dulu. Hal ini baru kusadari secara penuh setelah bertahun-tahun menjadi bagian dari Festbuk dan FestLit. Aku tidak lagi berusaha mengintip buku apa saja yang terkumpul, tidak juga menitip pesan pada si kecil untuk mengambil buku seri tertentu.
Aku akan tetap mengurasi buku yang ingin ia beli dan aku beli untuknya dengan berbagai pertimbangan, yang mungkin tidak selaras dengan keinginannya, tapi bukan pada Situbucang. Biarlah Situbucang menjadi bagian dari kesenangan dan keseruannya berpesta bersama teman-teman, meskipun tanpa balon.
Komentar (2)
Wuah. Luar biasa. Tulisan ke tiga ya tentang FestLit. Terima kasih Mega, semakin komplit aja nih.
Hehe thank you kak, mumpung lagi banyak ide. Melihat Festlit dr berbagai sisi, biar holistik.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES029 Melepaskan Kenangan, Tak Semudah Melepaskan Mantan
FestLit akan datang. Tak sabar rasanya menunggu event itu selama tiga tahun lebih. Festbuk terakhir diadakan pada bulan November 2019. Waktu tiga warsa yang berlalu dalam sekejap mata. Buku-buku di rumah semakin banyak memenuhi rak-rak yang ada, dan sebagian disimpan dalam kontainer. Meskipun sudah…
Mega10
AES028 Antara Kucing, FestLit, dan Merica
Festbuk akan hadir kembali, yeay! Itu yang disampaikan Kak Ine di awal tahun ini. Lalu segala persiapan dilakukan untuk perhelatan itu, dimulai dengan rapat perdana pada 16 Januari 2023. Supaya aura literasi selaras tema TP ini semakin kental, Kak Andy mengusulkan nama baru: Festival Literasi, deng…
Mega30AES03 Buku Bacaanku
Di Jabawaskita kali ini aku membaca buku “The Alchemist” yang ditulis oleh Paulo Coelho. Aku meminjam buku ini dari Jehan (teman sekelas) dan mulai membaca di awal-awal K8. Aku membaca seluruh buku ini selama 5 minggu (kurang lebih), setiap Jabawaskita. Saat aku melihat cover buku tersebut, aku lum…

