AES03 - Cerita Althaf, Si Calon Siswa Semipalar
Hari ini adalah hari ulang tahun anak ke-2 saya, Althaf.
Saat ini sih dia statusnya masih calon siswa SMIPA..insya Allah akan bergabung di tahun ajaran 2023-2024 nanti.
Meskipun masih calon siswa, tapi rasanya sudah swperti siswa lama .
Karena memang sering diajak ke sekolah, jadi sepertinya dia sudah hafal seluk beluk smipa.
Seperti misalnya saat dia diajak jemput kakaknya setelah selesai futsal. Begitu sampai di sekolah, kakaknya ngga kelihatan ada di mana. Tidak ada di lobby, yang biasanya menjadi tempat menunggu.
Dengan yakinnya, Althaf ngomong, "Sini, Althaf aja yang cari. Althaf tahu deh kayanya kakak di mana"
Duh..duh..bicaranya seperti yang sudah mengenal seluk beluk smipa banget kan?
Pernah juga ketika Althaf harus ikut ke sekolah karena Ayah dan Ibu ada pertemuan orang tua di kelas kakak. Althaf diminta untuk bermain sendiri sambil menunggu Ayah dan Ibu selesai.
Setelah acara selesai, kami sulit menemukan dia.. yang ternyata dia lagi asik ngobrol sama teman-teman futsal kakaknya di depan Bengkel Smipa.
Gaya betul anak ini, udah akrab sama calon kakak kelasnya.
Yang sempat bikin saya kaget juga, ketika suatu hari dia ikut jemput kakaknya lagi..tiba-tiba 2 siswi SMP menyapa, "Eh, ada Althaf!".
Lho, sejak kapan dia bisa kenal sama anak SMP?
"Waktu trial sempat main bareng", katanya.
Luar biasa sekali sampai bisa kenalan sama kakak kelas SMP. Anak ayahnya banget sih kalau seperti ini .
Ngomong-ngomong soal trial-nya Althaf, saya jadi teringat sesuatu.
Althaf ini adalah anak yang memiliki kemauan kuat (strong willed child). Jadi kalau dia menginginkan sesuatu, dia akan berusaha sepenuh hati untuk mendapatkan keinginannya. Dan bersekolah di Smipa adalah salah satu hal yang sangat dia inginkan.
Ketika sehari sebelum hari pertama trial, ceritanya saya kasih briefing dulu.
"Bang, jadi besok Abang akan mengikuti trial selama 3 hari..untuk dilihat kira-kira Abang bisa atau tidak mengikuti kegiatan di smipa. Nanti akan diperhatikan oleh kakak-kakak pengajar. Kalau memang Abang bisa mengikuti dengan baik, Abang boleh sekolah di Smipa. Jadi pas trial nanti, ikuti instruksi dari kakak-kakak pengajar ya.. jangan ngobrol sendiri, jangan lari-lari sendiri."
Saya berikan briefing seperti itu sejujurnya hanya untuk mengingatkan saja..karena saya percaya, dia akan bisa mengikutinya dengan baik.
Setelah trial selama 3 hari selesai, saya baru mengetahui bahwa bagi Althaf, trial ini adalah hal yang sangat penting.
Ketika Althaf pulang trial di hari ke-3, dia tersenyum dan ngomong ke saya dengan nada puas, "Bu, kayanya Abang bisa deh sekolah di semipalar"
"Oya? Kenapa bisa bilang begitu?", tanya saya.
"Karena Abang udah nurut. Waktu kakak suruh diam, Abang tetap diam. Kalau teman-teman di kelas yang lainnya ada yang masih tetap ngobrol"
Hmmm...ternyata dia benar-benar serius menanggapi briefing yang saya sampaikan.
Kemudian ketika hari mengobrol dengan Kak Andy tiba, saya bilang lagi ke Althaf,
"Bang, sekarang Ayah dan Ibu mau ngobrol sama Kak Tesa dan Kak Andy dulu ya.. mau ngobrolin hasil trial Abang. Nanti akan dijelasin apakah Abang bisa sekolah di smipa atau ngga"
Dan lagi-lagi, ternyata agenda Ayah Ibu mengobrol dengan Kak Andy itu juga membuat dia berharap-harap cemas. Dia khawatir sekali takut tidak diterima di Semipalar. Hal itu terlihat dari wajahnya yang menyiratkan kecemasan saat kami bertemu kembali setelah mengobrol dengan Kak Andy.
Sambil setengah berbisik, Althaf bertanya, "Jadi bagaimana, Bu? Abang bisa ngga sekolah di semipalar?"
Gemes siiih..rasanya mau bercandain dan bilang, "Yaaah..ngga keterima, Bang. Maaf yaa.." hehe.
Tapi tentu saja ngga gitu dong.
Saya bacakan lembar hasil pengamatan selama trial-nya dan kesimpulan bahwa Althaf bisa bersekolah di Semipalar di tahun ajaran mendatang.
Terlihat senyum simpul malu-malu di wajah Althaf. Tampak kepuasan di wajahnya atas hasil usahanya mengikuti trial selama 3 hari kemarin ini.
Alhamdulillah..
Senangnya kalau anak juga senang .
Semoga rasa senang dan semangat mau sekolah ini terus terjaga dan terus meningkat ketika sudah resmi menjadi siswa Semipalar nanti.
Komentar (2)
Wuah... tulisan ke tiga nih dari Fera. Mantap betul. Terima kasih banyak ceritanya. Saya jadi tahu apa yang terjadi di balik proses penerimaan yang teramati oleh kami tim Smipa. Hatur nuhuun.
Wah.. sejak usia dini sudah memiliki determinasi yang tinggi. Keren sekali! Pemaparannya asyik pula. terima kasih :)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES06 Introvert dan Extrovert
Suatu hari, ketika anak-anak KPB selesai menyelenggarakan pertunjukan drama musikal Jas Merah, salah seorang orang tua murid Smipa mendatangi saya dan berkata, “Bu, anak-anaknya pada naik panggung semua yaa…” Beliau berkata seperti itu karena memang di pertunjukan itu, anak pertama kami (Alfie) uju…

AES013 Tidak Semua Rindu Harus Diulang
Sejujurnya dulu saya adalah orang yang tidak suka anak kecil. Tapi bukan tendensi untuk menyakiti (mencubit, pukul atau memelototi), lebih ke saya tidak bisa being nicer to kids aja. Perlahan saya sadari ketidaksukaan pada anak adalah pola yang diturunkan Ibu. Ia bisa dengan tenang bilang dulu tida…

AES012 Waktu Itu Apa?
Kalau dipikir-pikir, awal mula saya menulis di AES ini dan menyelesaikan tulisan ke 1-9, saya masih menjalani pekerjaan full time. 8 jam sehari, commute 4 jam PP seminggu dua kali, sisanya bekerja di rumah atau di manapun yang ada koneksi internet. Selain itu, saya masih pumping dan menyiapkan asip…



