AES03 - Kepingan hidup 1 (Pekerjaan rumah tangga)

Kurang lebih 2 bulan lagi anak saya yang ke-2 akan lahir, istri saat ini sedang hamil besar tentunya harus ada pengaturan pembagian porsi dan tugas di rumah terutama pekerjaan domestik mengingat kami tidak memiliki ART, jadinya pekerjaan domestik akhir-akhir ini lebih banyak saya kerjakan. Dari pagi hingga malam tentunya ada banyak hal yang bisa dikerjakan mulai dari beres-beres kasur, menyapu, membereskan mainan anak, mencuci piring, mengisi air, mencuci pakaian mulai dari mengeringkan, menjemur, mengangkat, hingga menyortir mana pakaian yang tidak perlu disetrika. Di sela-sela mengerjakan hal tersebut saya jadi teringat bahwa mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti ini adalah salah satu saran yang sering disampaikan dalam membangun ragam kemampuan anak di sekolah.
Saya merasa ada banyak hal yang didapatkan dari melakukan pekerjaan rumah tangga, salah satunya adalah melatih anak berpikir sistematis, kalau dipikir - pikir rata-rata pekerjaan rumah tangga jika ingin hasilnya baik memerlukan urutan - urutan yang spesifik dan tidak boleh skip. Misalnya mencuci piring, dalam mencuci piring tertanya ada seninya mulai dari urutan yang harus dibersihkan, piring, gelas atau alat makan dulu?, kemudian bagaimana penyimpanan atau tata letak supaya hasilnya rapi dan tidak membasahi cucian terakhir. Tentunya banyak lagi tips dan trik pekerjaan rumah tangga lainnya yang jika dilakukan oleh anak terus menerus secara tidak sadar membangun pola pikir yang sistematis.
Selain itu, saya juga mencoba melibatkan anak dalam melakukan pekerjaan rumah tangga, setelah hal itu dilakukan ternyata dapat membangun rasa percaya diri dan kebermanfaatan. Misalnya saat saya mengajak Nayya memasak, ketika ia bisa melakukan hal-hal sederhana seperti memetik daun kangkung dari tangkainya atau ikut memasukkan beras ke rice cooker. Setelah hal itu dikerjakan secara rutin, saya sendiri melihat anak saya jadi lebih percaya diri dan senang untuk membantu di rumah dengan sukarela. Tak kalah pentingnya lewat pekerjaan rumah tangga akan membangun sense/kesadaran jasmani anak terutama ketika mengerjakan hal-hal di luar kebutuhan pribadi seperti mematikan lampu, menutup gorden, menyiram tanaman dsb. Ketika anak tersebut luput mengerjakan tentunya akan menjadi ruang bagi dia untuk melatih kepekaan dan kesadaran jasmaninya. Hal ini memotivasi saya untuk menempatkan pekerjaan rumah tangga sebagai hal penting dan esensial dalam suatu kepingan hidup.
Saya merasa, kepingan ini saya benar-benar resapi ketika berada di Semi Palar, terimakasih sudah mengajarkan sesuatu yang berarti dan menjadi ilmu yang saya akan bawa kemanapun. Saya selalu percaya ketika hal-hal baik yang diajarkan dan bermanfaat maka hal tersebut akan menjadi tabungan energi positif yang bisa cair dan kita tuai di saat dan waktu yang tepat. Happy weekend!
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES18 - Mampir ke rumah teman part 2
Hari ini teman-teman berkegiatan di Rumah Jojo, saat tiba kami mulai dengan waktu hening dan sedikit yoga, setelah itu kami menyampaikan maksud bertamu, dan kemudian disambut oleh Pak Philip dan Ibu Firma. Beliau menceritakan sedikit tentang kisah rumahnya. Bahwa bapak menemukan rumah ini tidak sen…

AES17 - Mampir ke rumah teman
Pembelajaran Smipa yang holistik dan tematik, tentunya 'memaksa' fasilitator untuk membuka seluruh panca indera dan hati untuk belajar dan merasa. Bukan sekadar menyampaikan olahan maupun pembelajaran, lebih dari itu, belajar di Smipa menawarkan pengalaman hidup dan memaknai proses belajar. Terkada…

AES16 - Bermusik
Salah satu ciri khas dari Smipa adalah kedekatannya dengan dunia musik. Menurut saya dengan bermainan dan bereksplorasi musik, dapat menjadi ruang untuk lebih 'merasa' dan 'berkomunikasi' dengan cara yang lain. Saat ini, di kelas Bengawan Solo sendiri sedang menggarap proyek musik. Awalnya kami men…
