AES030: Menemukan Kesenangan
Kalau anda suka merasa bosan, lebih baik membaca ini. Kalau anda mudah menikmati apapun yang terjadi pada proses kehidupan, bisa juga membaca ini. Topiknya sangat nyambung.
Seringkali, manusia itu merasa malas. Apapun yang mereka tidak suka, dianggap sebagai beban. Apapun yang dianggap sebagai beban, dikerjakan dengan 'terpaksa' dan dengan ketidaknyamanan. Apapun yang berat, seringkali terbiarkan dan ditinggalkan. Dari hal yang remeh hingga besar, semua itu bisa menjadi beban bagi seseorang.
Beban itu tidak mudah untuk diatasi, karena namanya juga beban. Kita sendiri tidak merasa aman dan nyaman dengan adanya beban. Diatasinya, yaitu dengan cara menghadapinya. Tidak semua orang ingin menghadapi suatu beban, melainkan hanya membiarkannya, atau mencoba melupakannya. Sehingga, dengan begitu beban tidak bisa selesai dan tetap menjadi beban.
Beban dalam keseharianku, adalah rutinitas. Aku terkadang agak malas untuk mengerjakan rutinitas-rutinitas yang membutuhkan usaha banyak. Karena itu, aku sudah keburu tidak semangat dalam mengerjakan entah cuci piring, beres beres kamar, dan sebagainya. Lama-lama, rutinitas tersebut menjadi beban. Beban yang saat dikerjakan tidak meng-enakkan, beban yang kelihatannya mempersulit pekerjaan. Padahal, secara terbalik apapun yang membuat kita terbebani, membuat kita bertumbuh. Apapun yang memuat kita terbebani, membuat kita bisa keluar dari kenyamanan.
Tadinya, aku merasa rutinitas bermain piano itu biasa saja. Ketika kemarin aku memainkannya, sesuatu terasa beda. Terciptakanlah suatu 'kesenangan' yang kutemukan dari sana. Sehingga, memainkannya bisa lebih enak dan tanpa beban. Kurasa, dalam setiap aspek kehidupan, bisa seperti itu. Kita temukan dulu dan enjoy apapun yang kita kerjakan, sehingga kita tidak melakukannya dengan alasan beban. Kita melakukannya, karena memang kita menemukan kesenangan tersebut. Toh, apapun bisa dinikmati di dunia ini. Kalau tidak bisa dinikmati, artinya tidak mungkin ada dan dikerjakan. Karena sesuatu pasti ada tujuannya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES239: The Scouting of Earth Hour
Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…
AES238: Move On
Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…
AES237: Diriku yang Berbeda
Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…
